Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Irigasi Tersendat, Segini Luas Tanaman Padi di Utara Sungai Brantas Jombang Dibongkar, Imbas Dam Karet Jatimlerek Jebol

Ainul Hafidz • Senin, 17 Juni 2024 | 14:33 WIB
GANTI POLA TANAM: Petani di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang semula menanam padi kini beralih ke tembakau, lantaran irigasi tersendat imbas Dam Karet Jatimlerek jebol.
GANTI POLA TANAM: Petani di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang semula menanam padi kini beralih ke tembakau, lantaran irigasi tersendat imbas Dam Karet Jatimlerek jebol.

JombangBanget.id – Imbas jebolnya Dam Karet Jatimlerek, Plandaan Jombang sangat berdampak signifikan ke sektor pertanian.

Tak-tanggung, lahan seluas 52 hektare yang sudah ditanami padi terpaksa dibongkar oleh petani.

Lantaran terkendala pasokan air dari Saluran Induk Jatimlerek yang macet.

Akibatnya, petani merugi.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony mengatakan, berdasarkan identifikasi sementara, lahan seluas 52 hektare yang sudah ditanami padi dibongkar.

Menyusul kebutuhan air tak lagi tercukupi.

Petani beralih ke tanaman lain yang tak membutuhkan banyak air.

”Data sementara di Kecamatan Ploso, Kudu, dan Kecamatan Ngusikan sudah terlanjur padi, karena air kurang sehingga dibongkar ganti tanaman lain,” kata Rony kepada Jawa Pos Radar Jombang, Minggu (16/6).

Disebutkan dari total 52 hektare itu, masing-masing di Kecamatan Ngusikan 20 hektare.

Kecamatan Ploso 20 hektare.

Serta Kecamatan Kudu 12 hektare.

Baca Juga: Imbas Dam Karet Jatimlerek Jombang Jebol, Petani di Desa Ini Beralih Tanam Tembakau

”Jadi, di sana jadwalnya tanam padi. Setelah dihitung ketika pakai pompa biaya akan semakin banyak, akhirnya diganti,” imbuh dia.

Petani, menurut dia, ada yang beralih tanam tembakau dan buah.

Di antaranya blewah dan labu serta melon.

”Karena, buangan dari Saluran Induk Jatimlerek ke Kali Marmoyo. Di Kecamatan Kudu dan Ngusikan selama ini mengandalkan itu, sekarang kosong,” ujar Rony.

Sedangkan di Kecamatan Plandaan, menurut Rony, saat ini cenderung aman.

Khususnya di desa tak jauh dari saluran irigasi itu.

”Insya Allah Plandaan aman, yang sudah tanam padi airnya cukup, kalaupun kurang tidak sampai mati,” tutur dia.

Kendati begitu, menurut dia, ada kekhawatiran dampak perubahan iklim (DPI) bakal terjadi.

”Iklim semakin sulit diprediksi, awalnya kemarau tiba-tiba hujan,” tutur dia.

Kondisi itu bakal berdampak ke tanaman.

Khususnya bagi petani yang sudah terlajur beralih ke tembakau ataupun komoditas buah.

”Ini yang sangat mengkhawatirkan, ketika tembakau semakin masif tiba-tiba hujan,” ujar Rony.

Tahun ini diprediksi terjadi kemarau basah atau La Nina.

Baca Juga: Satu Mesin Pompa Nganggur, Bikin Pengairan Sawah Tersendat, Dampak Dam Karet Jatimlerek Jombang Jebol

”Sekarang kami belum daapt rilis BMKG, tetapi secara umum mungkin situasinya menuju La Nina,” kata Rony.

Seperti diberitakan sebelumnya, kerusakan pintu Dam Karet Jatimlerek menjadikan petani di kawasan utara Sungai Brantas, Jombang kelimpungan.

Dari hasil pendataan sementara yang dilakukan Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, total luas lahan pertanian yang terdampak mencapai hingga 1.341 hektare,

Tersebar di wilayah Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso, Jombang.

”Dari pendataan yang kita lakukan, total sekitar 1.341 hektare lahan mengandalkan pengairan dari Saluran Primer Jatimlerek,” terang Kepala Disperta Jombang M Rony, Rabu (15/5).

Guna kebutuhan irigasi pertanian, petugas mendatangkan dua unit mesin pompa tujuannya agar petani tetap bisa menggarap sawah.

Sementara itu, perbaikan kerusakan pada pintu 6 Dam Karet Jatimlerek hingga kini belum bisa dilakukan.

Petugas hingga kini masih terus mengebut pembangunan tanggul darurat (kisdam) di area pintu 6 dam karet.

Setelahnya petugas baru bisa mengecek tingkat kerusakan dan menentukan langkah perbaikan. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#dam karet #padi #jebol #dibongkar #Jatimlerek #pola tanam #Luas #Tembakau #kudu #lahan #Jombang #Plandaan #Ploso #Ngusikan