JombangBanget.id – Rencana Pemkab Jombang merevitalisasi bangunan Pasar Ploso, Jombang, menggunakan anggaran bantuan keuangan khusus (BKK) dari Pemprov Jatim tahun ini tertunda.
Pasalnya, pemprov baru mengeluarkan persetujuan pengggunaan BKK di pertengahan 2024.
Sementara pengerjaan fisik diprediksi memakan waktu hingga tujuh bulan.
Sehingga, tahun ini pemkab hanya mengerjakan pembangunan tempat penampungan pedagang sementara yang dialokasikan mencapai Rp 1 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang M Nashrulloh mengatakan, Pemprov Jatim sudah mengeluarkan persetujuan penggunaan anggaran BKK yang sejak 2023 sudah berada di rekening kas umum daerah (RKUD).
”Mei akhir sudah kita masukkan dalam perubahan penjabaran APBD 2024,” kata Nashrulloh dikonfirmasi, Rabu (5/6).
Dijelaskan, sisa BKK revitalisasi Pasar Ploso sebesar Rp 9.873.778.750,00.
Setelah persetujuan dari Pemprov Jatim keluar, pihaknya menindaklanjuti dengan memasukkan anggaran itu ke OPD terkait.
”Karena bersifat specific grant, maka perubahan penjabaran hanya cukup diberitahukan secara tertulis kepada DPRD Jombang,” imbuh dia.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi mengatakan, meski persetujuan penggunaan BKK untuk revitalisasi dari pemprov sudah keluar, pengerjaan fisik tak mungkin dilakukan tahun ini.
Pasalnya, waktu yang ada untuk pengerjaan gedung dengan anggaran sebesar itu sudah terlalu mepet.
Baca Juga: Belum Direspons Pemprov Jatim, Soal Revitalisasi Pasar Ploso Jombang Gunakan Dana BKK
”Pengerjaan fisiknya perkiraan butuh tujuh bulan, belum proses tendernya,” ujar dia.
Karenanya, tahun ini pengerjaan hanya akan difokuskan untuk kegiatan pembangunan tempat penampungan sementara bagi para pedagang Pasar Ploso.
Untuk tempat penampungan sementara ini, sesuai kesepakatan lokasinya dipilih Lapangan Bawangan (Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang), dengan jumlah sekitar 300 pedagang.
”Tahun ini fokus ke tempat penampungan sementara dulu, pagu anggarannya Rp 1 miliar,” ujar Bayu.
Seperti diberitakan sebelumnya, usulan Pemkab Jombang merevitalisasi bangunan Pasar Ploso, Jombang mendapat dukungan dari pemprov.
Pemkab mendapatkan anggaran BKK dari Pemprov Jatim mencapai Rp 10 miliar.
Karena baru turun jelang akhir 2023, pemkab hanya bisa menyerap untuk kegiatan perencanaan dengan pagu Rp 595 juta.
Sementara kegiatan fisik direncanakan dikerjakan pada 2024. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz