Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Gelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Kader TPK, DPPPKB-PPPA Jombang Targetkan Stunting Turun

Wenny Rosalina • Rabu, 5 Juni 2024 | 12:50 WIB
KOMPAK: Kepala DPPKB-PPPA Jombang, dr Pudji Umbaran, bersama tamu undangan yang hadir di Ballroom Hotel Fatma, Selasa (4/6).
KOMPAK: Kepala DPPKB-PPPA Jombang, dr Pudji Umbaran, bersama tamu undangan yang hadir di Ballroom Hotel Fatma, Selasa (4/6).

Jombangbanget.id - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang mengejar target menurunkan 10 persen angka stunting 2024.

Untuk itu, Selasa (4/6) kemarin, mereka menggelar pertemuan peningkatan kapasitas kader tim pendamping keluarga (TPK) dan mitra kerja, di Ballroom Hotel Fatma.

’’Tahun ini kami sukses menurunkan 4,1 persen angka stunting. Tahun ini targetnya turun 10 persen,’’ kata Kepala DPPKB-PPPA Jombang, dr Pudji Umbaran.

Tahun 2021, angka stunting di Kabupaten Jombang 21,2 persen. Upaya penanganan dilakukan secara masif.

Sayangnya, DPPKB-PPPA Jombang masih kebobolan dengan kasus baru. Penanganan gizi berhasil dilakukan dengan baik, tapi kasus baru muncul, sehingga membuat angka stunting di Jombang naik menjadi 22,1 persen.

Upaya penanganan dan pencegahan kembali dilakukan secara masif. Menggandeng seluruh elemen.

Kerjasama berbuah manis, angka stunting di Jombang turun menjadi 4,1 persen. Sehingga saat ini tersisa 18 persen.

Tahun ini, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, menargetkan angka stunting kembali turun, dari 18 persen, menjadi delapan persen saja.

’’Kalau target 10 persen sudah tercapai, jangan lengah, kita masih punya PR delapan persen. Kuncinya di audit kasus stunting di 306 desa dan kelurahan. Alhamdulillah berkat kerjasama kita, sudah kita kantongi semuanya,’’ jelasnya.

Kegiatan kemarin diikuti ketua TP PKK 21 Kecamatan, TP PKK desa lokus stunting, kader TPK desa di sejumlah kecamatan dan pimpinan cabang Aisyiyah di 21 kecamatan.

’’Kerja kita bisa dibilang aksi konvergensi, dikerjakan bersama-sama, berjalan bersama-sama. Kecamatan dipimpin camat, aktivitas kader sangat berpengaruh. Kami berharap ada komunikasi yang afektif, agar penggunaan anggaran tepat sasaran, tepat guna dan tepat waktu. 10 tahun lagi, muncul SDM-SDM unggul mengubah Jombang menjadi lebih baik,’’ tegas dr Pudji Umbaran. (wen/jif/ang)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Pemkab Jombang #KB #Jombang #dinas