Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pemkab Jombang Kantongi Hasil Kajian PVMBG, Ini Lokasi Pembangunan Hunian Tetap Warga Sambirejo Wonosalam Terdampak Tanah Gerak

Anggi Fridianto • Selasa, 4 Juni 2024 | 15:15 WIB
TAK BOLEH DITEMPATI: Belasan rumah warga yang ambruk di Dusun Jumok, Desa Sambirejo Wonosalam, Jombang, berbahaya dan tidak boleh ditempati.
TAK BOLEH DITEMPATI: Belasan rumah warga yang ambruk di Dusun Jumok, Desa Sambirejo Wonosalam, Jombang, berbahaya dan tidak boleh ditempati.

JombangBanget.id – Puluhan warga Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang, yang rumahnya terdampak bencana tanah gerak sudah menempati hunian sementara yang dibangun pemkab.

Meski begitu, pemkab tetap mengupayakan pembangunan hunian tetap (huntap).

Lahan yang ditunjuk, yakni TKD milik Pemdes Sambirejo di Dusun Jumok.

”Ya, berdasarkan hasil kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kita direkomendasikan menggunakan lahan TKD yang ada di Dusun Jumok,” kata Stevy Maria, penanggung jawab operasional lapangan, penanggulangan bencana dan kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang.

Setelah mengantongi hasil kajian, pihaknya segera menggelar rapat bersama antarstakeholder terkait. termasuk menyosialiasikan kepada masyarakat.

”Setelah kita kita adakan rapat dulu terkait hasil rekomendasi dari PVMBG termasuk memastikan persetujuan masyarakat terdampak,” tambahnya.

Pemkab dalam merelokasi warga terdampak bencana selalu meminta persetujuan masyarakat.

”Yang penting lahan siap, penelitian sudah ada, dokumen rencana rehabilitas rekonstruksi pascabencana berbasis pengkajian kebutuhan pascabencana nanti  oke,’’ terangnya.

Dijelaskan, nantinya pemkab hanya menyiapkan lahan.

Terkait anggaran untuk pembangunan hunian tetap akan diusulkan kepada pemerintah pusat.

”Yang jelas nanti untuk pembangunan kita akan mengusulkan ke beberapa pihak, mulai BNBP, BPBD provinsi hingga CSR dari stakeholder terkait,” jelas dia.

Baca Juga: Gandeng Tenaga Ahli, Pemkab Jombang Mulai Kaji Pembangunan Hunian Tetap Warga Terdampak Tanah Gerak Wonosalam

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Sambirejo Sungkono mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi terkait penentuan lahan huntap.

”Kami masih menunggu laporan hasil penelitian. Karena yang melakukan penelitian kan dari pemda sama pusat,” ujar dia.

Dari informasi yang ia terima, memang lokasi yang diharapkan warga adalah lahan yang berada di Dusun Jumok.

Warga tidak ingin jika direlokasi ke luar desa.

”Pada intinya warga tetap ingin di dalam Jumok saja,” papar dia.

Lahan tanah kas desa (TKD) yang kini ditempati huntara memiliki luas sekitar 2,4 hektare.

Lahan TKD tersebut adalah tanah ganjaran dari beberapa perangkat desa di Sambirejo.

”Kalau TKD itu digunakan tentu nanti kita cari lahan pengganti,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan rumah warga di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang, rusak berat lantaran terdampak tanah gerak (7/3).

Beruntung tidak ada korban jiwa dari insiden ini. Karena dinilai rawan bahaya, tercatat sedikitnya 36 jiwa dari sekitar 12 KK harus mengungsi.

Sebagai langkah, pemkab membantu warga dengan mendirikan hunian sementara (huntara) di atas TKD Sambirejo.

Setelah selesai dibangun, pemkab pun menyerahkan kunci huntara kepada warga. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab #warga #sambirejo #Jumok #Wonosalam #Jombang #pembangunan #tanah gerak #hunian tetap