Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Petugas Mulai Dropping Material Kisdam, Soal Penanganan Darurat Dam Karet Jatimlerek Jombang Jebol

Ainul Hafidz • Senin, 27 Mei 2024 | 16:50 WIB
DIPASANG: Salah seorang penjaga Dam Karet Jatimlerek di sisi Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang, berada di antara sandbag dan jumbobag yang baru saja dipasang dekat pintu enam yang jebol.
DIPASANG: Salah seorang penjaga Dam Karet Jatimlerek di sisi Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang, berada di antara sandbag dan jumbobag yang baru saja dipasang dekat pintu enam yang jebol.

JombangBanget.id – Upaya perbaikan salah satu pintu Dam Karet Jatimlerek Jombang yang jebol mulai berjalan.

Tahap awal, petugas membangun kisdam untuk menyekat aliran air Sungai Brantas di lokasi pintu dam yang jebol.

Dengan begitu, petugas bisa melakukan identifikasi tingkat kerusakan dan menentukan langkah-langkah perbaikan.

Pantauan di lokasi, terlihat petugas membuat kisdam dari tumpukan karung pasir di area pintu 6 Dam Karet di sisi Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Sementara itu, terlihat sejumlah pekerja tengah sibuk memasukkan pasir dalam karung.

”Sudah dimulai sejak tiga hari lalu,” kata Effendi salah seorang penjaga Dam Karet Jatimlerek sisi Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Dikatakan, saat ini fokus pada material untuk pembangunan kisdam di area pintu yang jebol.

”Nunggu pasir dan tanahnya banyak dulu, baru bisa dipasang,” imbuh dia.

Terpisah Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengatakan, penanganan darurat masih dilakukan.

”Jadi, ranahnya teman-teman balai (BBWS Brantas),” kata Sultoni.

Meski demikian, keterangan diterima pihaknya saat ini sudah mulai dilakukan droping material tanah dan pasir.

Baca Juga: Debit Air Turun Imbas Dam Karet Jatimlerek Jebol, Jasa Perahu Tambang Sungai Brantas di Jombang Atur Ulang Sandaran Perahu

”Kendala di lapangan kemarin disampaikan butuh akses ke lokasi. Tanahnya juga belum terkumpul banyak, sehingga butuh waktu agak lama,” imbuh dia.

Dijelaskan, untuk penanganan itu butuh stok material tanah maupun pasir yang banyak. Baru kemudian dimasukkan dalam sak.

Nantinya dari material itu bakal dibangun kisdam di sekitaran pintu bendungan yang jebol.

”Jadi di lokasi kerja harus banyak dahulu, supaya kerjanya bisa kontinu. Ketika sedikit lalu dipasang terlalu berisiko, kondisi Sungai Brantas begitu,” ujar Sultoni.

Diakui, sejak lima hari terakhir debit air sungai naik lantaran di Bendung Wlingi, Kabupaten Blitar tengah dilakukan flushing atau penggelontoran air.

”Sampai 25 Mei, setelah itu akan ditutup. Otomatis debit air (Sungai Brantas) akan turun, kemungkinan di Jombang dampaknya antara 26-27 Mei,” kata Sultoni.

Seperti diberitakan sebelumnya, kerusakan pintu Dam Karet Jatimlerek menjadikan petani di kawasan utara Brantas kelimpungan.

Dari hasil pendataan sementara yang dilakukan dinas pertanian (Disperta) Jombang, total luas lahan yang terdampak mencapai hingga 1.341 hektare, tersebar di wilayah Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso.

Kepala Disperta Jombang M Rony mengatakan, dari hasil pendataan yang dilakukan pihaknya di lapangan, total luas lahan yang terdampak kerusakan pintu Dam karet jatimlerek ditaksir mencapai 1.341 hektare.

”Dari pendataan yang kita lakukan, total sekitar 1.341 hektare lahan mengandalkan pengairan dari Saluran Primer Jatimlerek,” terangnya, Rabu (15/5).

Guna kebutuhan irigasi pertanian, petugas mendatangkan dua unit mesin pompa tujuannya agar petani tetap bisa menggarap sawah. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#dam karet #penanganan #Perbaikan #jebol #Jatimlerek #darurat #Megaluh #dampak #sungai brantas #Jombang #sudimoro #Plandaan #Kisdam