JombangBanget.id – Sedikitnya sembilan pohon pule di trotoar Jalan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Jombang mati.
Kondisinya mengering dan rantingnya tak lagi tumbuh daun.
Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang meminta agar kontraktor segera mengganti.
Pantauan di lokasi, pohon mayoritas pule ditanam di trotoar tak seluruhnya tumbuh dedaunan.
Meski sudah lebih dari tiga bulan ditanam atau sejak menjelang akhir 2023. Bahkan sebagian mengering. Baik batang maupun ranting pohon.
’’Sejak ditanam sampai sekarang ya begitu,’’ kata Rofiah salah seorang pedagang kaki lima (PKL), Minggu (24/3).
Hujan hampir setiap hari turun, namun sembilan pohon tak tumbuh dedaunan. Titiknya berada di sisi utara Stadion Merdeka.
Batang mengering, berwarna kecokelatan dengan kulit pohon mengelupas. Sementara rantingya juga kering, tak tumbuh dedaunan.
Berbeda dengan pohon dengan jenis serupa yang kini tumbuh dedaunan.
’’Sudah kena air hujan, harusnya tumbuh daun. Ini masih kering,’’ imbuh Rofiah.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perkim Jombang, Agung Hariadi, mengakui, saat ini tak seluruh pohon di trotoar Jalan Gus Dur tumbuh normal.
’’PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) sudah menyurati kontraktor, karena pohonnya ini kondisinya setengah hidup dan setengah mati,’’ terangnya.
Langkah itu dilakukan karena saat ini area trotoar masih masuk masa pemeliharaan rekanan.
’’Pokoknya sekarang (pohon) yang kelihatan mau mati biar diidentifikasi teman-teman pengawas,’’ imbuhnya.
Dia minta kontraktor agar melakukan penggantian.
”Jangan sampai berakhir masa pemeliharaan baru diganti, ketika sekarang masih waktunya itu ya harus dipelihara, tidak nunggu berakhirnya kontrak,’’ urainya.
Dikhawatirkan, ketika dibiarkan hingga masa pemeliharaan berakhir, bakal menjadi beban organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
’’Harapan kami jangan sampai nunggu masa pemeliharaan berakhir,” lanjutnya.
Keterangan yang dia terima, pihak kontraktor juga sudah siap.
’’Rekanan mengaku sudah ngontak supplier, sekarang nunggu realisasi,’’ bebernya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz