JombangBanget.id – Menjelang penetapan rekapitulasi suara, sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sadar Pemilu menggelar aksi demo di depan KPU Jombang, Rabu (20/3) sore.
Mereka mendukung KPU dan menyoroti aplikasi sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) yang disinyalir ada campur tangan sejumlah pihak.
Pantauan di lokasi, tampak puluhan warga dengan membawa spanduk dan poster tuntutan mendatangi kantor KPU sekitar pukul 15.30.
Dalam beberapa poster yang dibawa itu mereka mengkritisi 'Sirekap punya KPU atau pak polisi, proses penyebar berita hoax pemilu 2024 hingga pemilu sudah tertib dan damai jangan dikotori lagi.
Ketua KPU Jombang Abdul Wadud Burhan Abadi, meminta massa menunggu hasil penetapan yang dilakukan KPU RI.
”Mari sama-sama kita tunggu pengumuman hasil pemilu 2024 dari KPU RI," jelasnya.
Kedatangan massa ke kantor KPU Jombang untuk menyampaikan terkait proses rekapitulasi, terutama penggunaan Sirekap.
”Jadi KPU disuruh transparan. Jadi hanya persoalan Sirekap," ujarnya.
Disinggung lebih lanjut apakah aksi demo tersebut sudah ada pemberitahuan atau tidak, ia menyebut ada pemberitahuan meskipun mendadak.
"Tahunya hanya di Polres, tapi ternyata kok ke KPU," pungkas dia.
Kegiatan demo berlangsung beberapa menit saja. Massa kemudian bubar dan melanjutkan aksi ke Mapolres Jombang.
Baca Juga: 27 Ribu Anggota KPPS Jadi Garda Terdepan Pemilu, KPU Jombang: Tugas Kita Belum Selesai
Koordinator Aliansi Masyarakat Sadar Pemilu, Gito, menyerahkan tuntutan kepada polisi yang diterima Kabagops Polres Jombang Kompol Amin.
”Terima kasih atas penyampaian aspirasinya, terima kasih pula aksi demonstrasi berjalan dengan aman dan tertib," pungkas Kompol Amin saat menemui massa di lokasi. (ang/bin/fid)
Editor : Ainul Hafidz