Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Gegara Ini Lahan Pertanian di Jombang Puso 202 Hektare, Paling Parah Ternyata Bukan di Kecamatan Ploso Tapi Ini

Azmy endiyana Zuhri • Rabu, 20 Maret 2024 | 16:00 WIB
TERENDAM BANJIR: Lahan pertanian di Kecamatan Ploso terendam banjir beberapa waktu lalu, masuk kategori puso.
TERENDAM BANJIR: Lahan pertanian di Kecamatan Ploso terendam banjir beberapa waktu lalu, masuk kategori puso.

JombangBanget.id - Ada sekitar 202 hektare lahan pertanian di Jombang yang dinyatakan puso.

Menyusul bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Lahan pertanian puso itu paling luas terlihat di Kecamatan Peterongan mencapai 35 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Jombang Mochamad Rony mengatakan, pada bencana banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan itu tercatat ada 724 hektare sawah terendam.

Sawah terendam menyebar di Kecamatan Bandarkedungmulyo, Perak, Kesamben, Tembelang, Peterongan, Ploso, Megaluh dan Jombang sendiri.

Sehingga dampak banjir itu mengakibatkan 202 hektare lahan pertanian gagal panen alias puso.

Terparah di Kecamatan Peterongan yang mencapai 35 hektare.

“Kedua terparah di Desa Kedungbetik dan Kedungmlati, Kecamatan Kesamben yang mencapai 34 hektare,” imbuhnya.

Meski begitu, sawah yang gagal panen mendapat asuransi dari pemerintah. Berupa penggantian bibit padi 25 kilogram per hektare.

Saat musim hujan, lanjutnya, beberapa wilayah rentan terdampak banjir. Selama ini terus menjadi langganan banjir setiap tahun.

Penyebabnya, luapan air dari Afvoer Watudakon dan beberapa anak saluran lainnya seperti Afvoer Kedungbajul yang juga meluap.

”Ini masih dibahas bersama karena Afvoer Watudakon ini ikut BBWS Brantas,” pungkasnya. (yan/bin/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#padi #Pertanian #bibit #puso #lahan #banjir #Jombang #disperta jombang #hektare #asuransi