JombangBanget.id – Perolehan kursi partai politik dalam Pileg DPRD Jombang diprediksi dapat mempengaruhi dinamika Pilbup Jombang, November mendatang.
Salah satunya, suara Partai Gerindra yang melonjak tajam dari 4 menjadi 8 kursi. Termasuk PPP yang menurun dari 7 menjadi 4 kursi.
Direktur Lembaga Riset dan Pengembangan Masayarakat (Lerpam) Jombang Firmansyah mengatakan, jumlah perolehan kursi DPRD menjadi salah satu penentu dinamika Pilbup Jombang.
”Jadi pada dasarnya, perolehan kursi itu menunjukkan tingkat elektabilitas (keterpilihan) di masyarakat. Kalau kursi meningkat berati daya gedornya tinggi. Kalau kursinya turun berarti daya gedornya menurun pula,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (19/3).
Ia mencontohkan, Partai Gerindra dalam Pileg 2024 mendapat 8 kursi.
Bertambah meningkat 4 kursi dari Pileg 2019 lalu. Dengan naiknya perolehan kursi Partai Gerindra, dinilai mampu mendorong tingkat keterpilihan calon yang diusung Partai Gerindra.
”Misalnya nanti Partai Gerindra mengusung Warsubi sebagai Cabup Jombang, tentu ini menambah daya dorong calon yang diusung,’’ jelas dia.
Meningkatnya suara Partai Gerindra, lanjut Dosen Universitas PGRI Jombang ini, bisa jadi angin segar bagi parpol berlambang burung Garuda dari pusat setelah capres/cawapres yang diusung menang.
”Tapi itu tidak bisa dimaknai sepihak. Karena caleg Gerindra di Jombang juga dapat suara tinggi,’’ jelasnya lagi.
Namun pada intinya, calon yang diusung Gerindra punya peluang tinggi memenangkan Pilbup seiring naiknya perolehan kursi.
”Ada harapan karena kursinya bertambah,’’ tambah Firmansyah.
Baca Juga: 11 Figur Berpotensi Maju Pilbup Jombang, Ini Daftar Lengkapnya
Sedangkan, kursi PPP dalam Pileg DPRD Jombang yang turun juga bisa berpengaruh pada kontestasi Pilbup Jombang.
“Menurunnya perolehan kursi ini menandakan daya tawar PPP di bawah juga turun,’’ bebernya.
Hal itu menurutnya juga bisa mempengaruhi elektabilitas atau tingkat keterpilihan calon yang diusung.
“Misalnya nanti PPP tetap mengusung Mundjidah Wahab yang statusnya incumbent, tentu perolehan akan ikut berpengaruh juga,’’ tandas dia.
Jika membaca dinamika yang berkembang, Firman menilai ada 11 figur yang berpeluang maju pilbup nanti.
Meliputi Abdul Halim Iskandar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Ali Fikri Wabup Jombang periode 2003-2008.
Fatchur Rohman Kepala Desa Sidowarek Ngoro yang juga ketua Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Jombang.
Mundjidah Wahab Bupati Jombang periode 2018-2023, Ma’sud Zuremi Ketua DPRD Jombang, Ketua DPC PDIP Jombang Sadarestuwati dan Sumrambah Wabup Jombang periode 2018-2023.
Selain itu, nama Warsubi Kepala Desa Mojokrapak Tembelang juga disebut bakal meramaikan pilbup.
Termasuk Pj Bupati Jombang Sugiat, Ahmad Athoillah (Gus Aik) anggota DPRD Jatim asal Denanyar Jombang, serta Achmad Sholahudin (Gus Didin) Ketua majelis pengurus ICMI Jombang.
”Pada awalnya ada 9 nama yang masuk internal kita, kemudian berkembang jadi 11 orang,” pungkasnya. (ang/bin/fid)
Editor : Ainul Hafidz