JombangBanget.id - Empat ketua partai politik di Jombang dalam Pemilu 2024 tak berhasil merebut suara rakyat sehingga tumbang.
Mulai Ketua DPD PKS Didik Darmadi, Ketua DPD Perindo Achmad Tohari, Ketua DPD Partai Nasdem Suwanto dan Ketua DPD PAN Dukha.
Berdasar data di laman KPU, empat nama itu sementara belum masuk dalam daftar calon legislatif terpilih.
Tiga ketua parpol ambil bagian dalam Pileg Jombang dan satu lainnya mengikuti kontestasi dalam Pileg DPR RI Dapil VIII Jatim.
Ketua DPD PKS Jombang Didik Darmadi misalnya, mengikuti kontestasi di Dapil 3 (Bareng, Mojoagung, Mojowarno dan Wonosalam).
Namun namanya tak masuk caleg terpilih karena hanya memperoleh 2.267 suara. PKS juga tak mendapat kursi di dapil 3.
Hal sama juga dialami Ketua DPD Perindo Jombang Achmad Tohari yang juga ambil bagian dalam Pileg Jombang dapil 3.
Di penghujung rekapitulasi perolehan, dia hanya memperoleh 3.973 suara.
Begitu juga Ketua DPD Partai Nasdem Suwanto yang ambil bagian di Dapil 2 (Diwek, Sumobito dan Jogoroto).
Suwanto hanya memperoleh 2.822 suara sehingga tak masuk caleg terpilih.
Tak jauh berbeda dialami Ketua DPD PAN Dukha yang maju sebagai caleg DPR RI Dapil VIII Jatim (Jombang, Kab/Kota Mojokerto, Kab/Kota Madiun dam Nganjuk).
Namanya juga tidak masuk dalam calon terpilih karena hanya memperoleh 9.751 suara.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Partai Perindo Jombang Achmad Tohari, mengaku masih melakukan evaluasi internal.
Pada dasarnya, Perindo sudah sejak jauh hari mempersiapkan dengan kampanye, sosialisasi, dan terjun ke masyarakat. “Tetapi ada kendala pada hari H,” ucapnya.
Meski begitu, ia masih memiliki semangat membara untuk ikut serta dalam percaturan politik di Jombang.
”Saya akan berkhidmat di partai. Kecuali ada kondisi tertentu, tentu saya tidak akan diam dan pasti aktif di percaturan politik, biarpun berkoalisi dengan partai apapun,” ujar Tohari.
Hingga berita ini ditulis, ketua tiga partai lain belum berhasil dikonfirmasi.
Meski sudah berulang kali dihubungi melalui sambungan selulernya, terdengar nada sambung tapi tidak diangkat. (fid/bin)
Editor : Ainul Hafidz