JombangBanget.id - Kekuatan masing-masing caleg pada pileg 2024 sangat terlihat.
Mereka saling berebut suara. PKB misalnya unggul di dapil 2 dengan mendapat tiga kursi.
Begitu juga PDI Perjuangan diprediksi unggul dapil 3 dengan perolehan tiga kursi.
Dibanding pileg 2019 lalu, dua partai besar ini bakal menambah satu kursi.
Dari Laman KPU Jombang D hasil rekapitulasi suara menyebutkan, tiga nama caleg PKB berpotensi menduduki kursi empuk DPRD Jombang.
Terutama di Dapil 2 meliputi Kecamatan Diwek, Sumobito dan Jogoroto.
Masing-masing Mas’ud Zuremi dengan perolehan 10.493 suara, Fatimah ZB dengan perolehan 9.950 suara, serta M Fauzan dengan perolehan 7.336 suara.
Sedangkan, pileg 2019 lalu, partai berlambang bumi dengan sembilan bintang ini hanya mendapat dua kursi.
Masing-masing Mas’ud Zuremi dengan perolehan 4.951 suara dan Fatimah ZB dengan 8.046 suara.
PDI Perjuangan juga diprediksi unggul di Dapil 3 meliputi Kecamatan Bareng, Mojoagung, Mojowarno dan Wonosalam.
Masing-masing Dodit Eko Prasetyo dengan perolehan 10.492 suara, Totok Hadi Riswanto 7.850 suara, serta Samsul Hudah 7.110 suara.
Sementara pileg 2019 lalu, PDIP mendapat dua kursi, yakni Totok Hadi Riswanto dengan 6.202 suara dan Samsul Hudah 6.040 suara.
Ketua DPC PKB Jombang Hadi Atmaji, ketika dikonfirmasi mengaku pileg kali ini Dapil 2 bakal menambah satu kursi.
”Ya, Insya Allah nambah satu kursi, dari awalnya (Pileg 2019) dua kursi, sekarang jadi tiga kursi,” katanya.
Hal tersebut sesuai dengan target partai. Setiap dapil memang ditarget bisa menambah satu kursi.
”Tapi yang tercapai hanya di Dapil 2 dan 4,” tutur dia.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, caleg di dapil 2 dan 4 berjalan sesuai target yang dibebankan partai.
”Sebetulnya sama dengan dapil lain, cuma bisa jadi tingkat persaingan antar partai butuh kita evaluasi lagi, karena persaingannya tidak karuan. Dapil 5 meleset dari target tambah satu kursi, hanya dua yang lolos,” tegasnya.
Terpisah, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jombang Donny Anggun, mengaku masih evaluasi internal.
Sebab, hasil pileg dijadikan pemetaan saat gelaran Pilbup Jombang.
”Jadi selalu kita evaluasi, apakah bertambah (jumlah kursi) atau kurang. Artinya begini, hasil ini bisa dipakai untuk pemetaan pertarungan pilkada,” ujarnya.
Evaluasi itu karena beberapa dapil perolehan kursi masih ada peluang bertambah atau berkurang.
”Misalnya di dapil 4 dan 6 kenapa (perolehan kursi) turun, sementara di dapil 2 naik,” katanya. (fid/bin)
Editor : Ainul Hafidz