JombangBanget.id - Sebanyak 15 rumah di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombag terdampak tanah gerak ditetapkan kawasan bencana merah.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang Bambang Dwijo Pranowo menjelaskan, ada 15 rumah ditetapkan sebagai kawasan bencana merah atau terbatas tetap.
Termasuk 10 rumah yang mengalami retak dan ambles, Kamis (7/3).
“Konsekuensinya masyarakat harus waspada. Tidak boleh ada pendatang keluar masuk, yang bertahan juga harus waspada,” lanjutnya melalui Stevie Maria Supervisor Pusdalops Jombang.
Setelah melakukan peninjauan, 10 rumah itu dipastikan tak bisa ditempati lagi.
Untuk rekomendasi memang butuh penanganan lebih lanjut seperti relokasi.
Karena itu warga yang terpaksa keluar dari rumahnya harus ditampung di sejumlah pengungsian, sembari menunggu tindaklanjut.
“Posko siaga juga berdiri di dekat lokasi untuk menjaga kejadian serupa di sekitarnya,” imbuh dia.
Terlebih dengan kondisi curah hujan yang masih tinggi, potensi kejadian serupa di titik rumah lain masih sangat terbuka.
“Petugas siaga di lokasi, kalau memang dinilai membahayakan warga yang masih bertahan akan diajak mengungsi,” pungkasnya.
Sebelumnya, ketenangan warga Sumberlamong Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang terusik, Kamis (7/3) dini hari.
Ini setelah ada 10 rumah warga rusak gegara tanah bergerak.
Tak hanya di depan rumah, retakan juga muncul di dalam rumah hingga lantai yang terbelah.
“Kejadiannya mulai tadi malam, pukul 24.00, saya dan istri pas di dalam rumah, dengar suara grek-grek,” cerita Sugito, 55, salah satu warga yang rumahnya rusak.
Sejumlah retakan muncul di depan dan dalam rumah berukuran 10x14 meter.
Ia baru sadar lantai dan tembok rumahnya mulai retak dan terbelah. Struktur pondasi rumahnya juga miring.
“Akhirnya saya mencoba keluar, tapi pintu sudah tertutup dan tidak bisa dibuka, sampai didobrak baru bisa keluar,” lontarnya. (riz/bin/fid)
Editor : Ainul Hafidz