JombangBanget.id – Rencana Pemkab Jombang merevitalisasi Pasar Ploso masih lama.
Hingga akhir Februari, Pemprov Jawa Timur belum memberikan sinyal hijau setelah rencana pengerjaannya bakal menggunakan bantuan keuangan khusus (BKK).
”Sekarang menunggu persetujuan dari provinsi saja, karena anggarannya dari BKK provinsi,” kata Bayu Pancoroadi Kepala Dinas PUPR Jombang.
Menurutnya, dokumen perencanaan dan master plan sudah rampung dan disiapkan sejak tahun lalu.
Setelah ada persetujuan, maka bakal ditindaklanjuti dengan pengiriman dokumen ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang untuk segera dilelang.
”Karena secara perencanaan sudah klir, tinggal ketika ada isyarat oke, maka dokumen kita kirim ke teman-teman PBJ,” imbuh dia.
Sejak awal diharapkan tender bisa dilakukan lebih awal. Paling tidak di awal tahun. Karena syarat naik tender sudah terpenuhi.
”Semoga saja dan harapan kami turunnya persetujuan provinsi tidak terlalu mepet, biar tidak ditunda lagi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, revitalisasi Pasar Ploso masih terus dimatangkan.
Pemkab Jombang sudah berkirim surat ke Pemprov Jatim terkait penggunaan anggaran bantuan keuangan khusus (BKK) 2023 lalu yang sudah berada di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Tujuannya, mendapat persetujuan tim anggaran Pemprov Jawa Timur.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang M Nashrulloh, pernah menyampaikan, anggaran BKK yang akan digunakan untuk merevitalisasi Pasar Ploso sudah ada di RKUD sejak akhir 2023 lalu.
”Dananya turun jelang akhir tahun anggaran, akhirnya 2023 untuk penyusunan dokumen perencanaan saja. Mudah-mudahan 2024 melalui perubahan penjabaran ini bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Saat ini pihaknya sudah berkirim surat ke Pemrov Jatim untuk penggunaan anggaran.
Persetujuan itu yang nanti bakal dijadikan dasar untuk memproses penggunaan anggaran atau pengalokasian anggaran kembali tahun ini.
”Persetujuan itu sebagai dasar kita melakukan perubahan penjabaran terhadap BKK provinsi,” pungkas dia. (fid/bin)
Editor : Ainul Hafidz