Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Soal Lahan Pertanian di Tiga Kecamatan Jadi Langganan Banjir, Disperta Jombang Mulai Bahas Penanganan dengan Bappeda

Ainul Hafidz • Selasa, 6 Februari 2024 | 14:10 WIB
RUSAK: Salah satu petani tengah tanam ulang di Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben usai tanaman padi mati terdampak banjir.
RUSAK: Salah satu petani tengah tanam ulang di Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben usai tanaman padi mati terdampak banjir.

JombangBanget.id - Dinas Pertanian (Disperta) Jombang belum bisa memastikan berapa luas tanaman padi petani yang rusak akibat banjir luapan Afvoer Watudakon yang kini sudah surut.

Pasalnya, masih menunggu proses pendataan.

Sebagai upaya, disperta juga berkoordinasi dengan Bappeda Jombang terkait penanganan banjir tahunan ini.

Kepala Disperta Jombang M Rony mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang terkait persoalan banjir diakibatkan luapan Afvoer Watudakon.

”Jadi kami sudah rapat dengan teman-teman bappeda menyampaikan semua permasalahan dampak banjir di Kesamben dan Tembelang serta Peterongan,” kata Rony.

Dijelaskan, langkah itu dilakukan karena problem itu terjadi setiap tahun namun hingga saat ini belum teratasi.

”Harapan kami ada dorongan juga dari pemerintah daerah ke pusat agar dilakukan normalisasi Afvoer Watudakon,” imbuh dia.

Diakui, saluran buang itu bukan menjadi kewenangan pihaknya.

”Kami sendiri tidak bisa apa-apa, karena salurannya ikut pusat. Bertahun-tahun masak begitu,” tutur Rony.

Harapannya, lanjut Rony, adanya koordinasi itu ditindaklanjuti ke pemerintah pusat.

”Artinya, supaya menjadi perhatian. Karena setiap tahun lahan pertanian yang terdampak itu ratusan hektare,” kata Rony.

Baca Juga: Warga Peterongan Jombang Keluhkan Gorong-Gorong Jl KH Romli Tamim, Tak Mengalir Lancar, Hujan Deras Bikin Banjir

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 180 hektare lahan pertanian di yang terendam banjir.

Ini setelah meluapnya Afvour Watudakon dan Afvour Kedungbajul. Rata-rata, tanaman padi itu berusia antara 10-20 hari.

Masing-masing 130 hektare di Kecamatan Kesamben dan 50 hektare di Kecamatan Peterongan.

Untuk Kecamatan Kesamben di Desa Kedungbetik.

Terutama di Dusun Sidowengku seluas 3 hektare, Dusun Kalanganyar seluas 25 hektare, Dusun Kedungmacan 13 hektare, Dusun Kandangsapi seluas 33 hektare, dan Dusun Kedungbetik 23 hektare.

Selain itu, banjir juga menggenanangi puluhan hektare sawah di Kecamatan Tembelang. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Bappeda Jombang #tembelang #afvoer #Padi Mati #banjir #watudakon #Kesamben #Jombang #disperta jombang #Peterongan #lahan pertanian