JombangBanget.id – Kondisi SMPN 6 Jombang kian memprihatinkan.
Utamanya di musim hujan, kelas sering bocor, atap lembap hampir di semua kelas.
Akibatnya, beberapa titik plafon ambrol dan membahayakan siswa.
’’Kami setiap tahun mengajukan. Pada 2023 kami juga mengajukan, mudah-mudahan tahun ini dapat,’’ kata Kepala SMPN 6 Jombang, Muhamad Khoiri.
Hampir seluruh kelasnya rusak. Kerusakan paling parah yang ia prioritaskan. Total enam kelas yang ia ajukan, karena kerusakannya paling parah.
Satu ruang kelas Jumat (26/1) atapnya ambrol, kegiatan belajar mengajar siswa jadi terganggu.
Pihak sekolah sementara memperbaiki dengan tambal sulam.
’’Setelah hujan deras atapnya bocor. Sampai plafonnya ngendelong karena mungkin airnya rembes ke dalam plafon,’’ terangnya.
Tidak hanya plafon yang rusak, hampir seluruh kusen jendela dan pintu juga butuh perbaikan. Kondisinya sudah rapuh di makan totor.
Bahkan beberapa waktu lalu, kusen jendela ambruk hampir mengenai siswa saat kegiatan belajar mengajar.
Kondisi yang sama terjadi di puluhan jendela.
Baca Juga: 7 SMP Negeri di Jombang Bakal Direhab, Anggarannya Bersumber DAK Sebesar Rp 5,9 Miliar
’’Itu sebetulnya kerusakan ringan, tapi kalau banyak ya jadi berat. Yang sangat berat dan urgent kami perbaiki sementara dengan dana BOS,’’ jelasnya.
Tidak hanya kelas yang memprihatinkan, jumlah kelas SMPN 6 Jombang juga kurang.
Ruang kelas yang tersedia hanya 19 ruang, sedangkan jumlah rombel ada 21.
Sehingga dua kelas sementara menempati laboratorium IPA. Satu lainnya menggunakan ruang keterampilan yang disekat menjadi ruang kelas dan ruang keterampilan.
’’Kami juga mengajukan untuk ruang kelas, dan ruang guru, tapi tidak tahu dapat atau tidaknya,’’ ungkapnya.
Ruang guru dan kepala sekolah juga sama rusaknya. Plafon tampak lembap dan berjamur. Reng genting bagian atas juga rapuh.
’’Tapi yang kami ajukan ruang kelas dulu, karena keselamatan siswa lebih prioritas,’’ jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, mengatakan, ada tujuh SMPN yang mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) 2024.
Hanya saja, sekolah mana saja baru akan disosialisasikan pada awal Februari nanti.
’’Nanti kami akan panggil dan sosialisasikan tujuh SMPN itu pada awal Februari,’’ ucapnya.
Sementara itu dalam laman sistem informasi rencana umum pengadaan (Sirup), SMPN 6 Jombang masuk dalam daftar penerima DAK 2024.
Nilai yang dianggarkan Rp 1,1 miliar, untuk rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan ruang kelas baru beserta perabotnya.
Baca Juga: SMP Darul Ulum 1 Unggulan Peterongan Raih Penghargaan Internasional
Dikonformasi terkait hal itu, Senen membenarkan.
Hanya saja sekolah-sekolah baru akan diberikan sosialisasi setelah berkas sudah masuk ke bagian PBJ (pengadaan barang dan jasa).
’’Kalau sudah di Sirup berarti sudah benar. Memang sekolah-sekolah belum kami beri informasi, nunggu berkas masuk ke PBJ dulu,’’ bebernya.(wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz