JombangBanget.id – Masa kampanye pemilu sudah dimulai sejak 28 November 2023 dan akan berakhir pada 10 Februari 2024 mendatang.
Dari data yang diterima KPU Jombang, sebanyak 10 dari 18 partai politik (parpol) peserta pemilu melaporkan saldo laporan awal dana kampanye (LADK) tercatat nol rupiah.
Ketua KPU Jombang Abdul Wadud Burhan Abadi mengatakan, seluruh parpol sudah melaporkan LADK ke KPU Jombang.
”Sudah semua. Setelah dilakukan perbaikan, mereka menyetorkan lagi tanggal 12 Januari kemarin. Semuanya sudah selesai,” ujar dia melalui Komisioner KPU Jombang Divisi Teknis Penyelenggaraan As’ad Choiruddin.
Dijelaskan, dari data yang diterima KPU, laporan masing-masing parpol bervariatif.
Ada yang nilainya hingga jutaan rupiah hingga nol rupiah.
”Ada 10 parpol yang saldo LADK-nya nol rupiah,” tambahnya.
Dia memerinci, pertama adalah Partai Golkar Jombang.
Diketahui, dalam laporan rekening khusus dana kampanye (RKDK) tertulis Rp 0. Kemudian kolom penerimaan dan pengeluaran juga Rp 0.
Selain itu, kolom saldo juga tertulis Rp 0.
Kondisi serupa juga terpantau pada laporan awal dana kampanye Partai Nasdem.
Baca Juga: KPU Jombang Setting Logistik TPS, Libatkan 50 Anggota PPS, Minta Petugas Jeli
Mulai RKDK, kolom pemasukan dan pengeluaran, serta saldo, seluruhnya nol rupiah.
Kondisi sama, juga terpantau di LADK Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Garda Republik Indonesia, Partai Amanat Nasional.
Selain itu, di Partai Perindo terpantau RKDK nol rupiah.
Namun, ada pemasukan dan pengeluaran sebesar Rp 3.858.000.
Serta keterangan, saldo akhir Rp 0.
Kondisi serupa juga terlihat pada RDKK Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jombang.
Tercatat RKDK-nya Rp 0. Pemasukan dan pengeluaran masing-masing Rp 97.662.000. Serta saldo akhir Rp 0.
Terakhir, yakni Partai Ummat. Tercatat, RKDK Partai Ummat Rp 0.
Sedangkan pemasukan dan pengeluaran masing-masing Rp 1.179.984. Lalu, saldo akhir Rp 0.
”LADK ini sudah kita umumkan di laman KPU Jombang,” terangnya.
Sementara itu, sejumlah parpol lain melaporkan pemasukan dana kampanye dengan nominal yang bervariatif.
Misalnya, PDIP Jombang saldo akhir LADK sebesar Rp 0. Namun, saldo awal RKDK sebesar Rp 1.000.000.
Baca Juga: Bilik Suara di Jombang Mulai Dikirim ke Kecamatan, KPU: Untuk Mengurangi Logistik di Gudang
Sementara pada kolom pemasukan dan pengeluaran sebesar Rp 294.995.500.
Dari 18 parpol, saldo akhir Partai Gelombang Rakyat Indonesia paling banyak, yakni Rp 31.000.000.
Pada saldo awal RKDK sebesar Rp 1.000.000, sedangkan kolom pemasukan ada uang sebesar Rp 102.220.000, dengan keterangan pengeluaran Rp 72.220.000.
Selain itu, ada juga Partai Keadilan Sejahtera dengan nilai Rp 12.462.000.
Saldo awal RKDK parpol ini sebesar Rp 12.432.000. Lalu ada pemasukan Rp 101.092.000 dan pengeluaran Rp 88.630.000. (ang/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz