JombangBanget.id – Ratusan ASN berjubel antre mendatangani kantor Bapenda Jombang, Rabu (24/1).
Sayang, akses pembayaran pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaaan (PBB-P2) para abdi negara itu terhambat karena jaringan error.
Padahal, pelunasan jadi syarat pencairan TPP.
Pantauan di lokasi, tampak ratusan ASN mengantre di kantor Bapenda Jombang.
Tak hanya berjubel di dalam antrean, beberapa ASN juga menunggu dengan duduk lesehan di teras kantor.
”Saya antre untuk membayar PBB, kebetulan jaringan sejak beberapa hari lalu error,’’ ujar Rasimin, guru SDN Manduro 1 Kabuh kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Karena error sejak beberapa hari, maka satu-satunya tempat yang bisa menerima pembayaran pajak adalah di Kantor Bapenda Jombang.
”Ini kan hari terakhir, jadi mending antre sejak pagi daripada tidak membayar,’’ papar dia.
Dijelaskan, batas akhir bagi ASN untuk membayar PBB-P2, Rabu (24/1).
Jika tidak membayar PBB, maka mereka terancam tidak bisa menerima tunjangan.
”Ya, aturannya kan memang sejak tahun lalu. Kalau tidak bayar, maka risikonya tidak bisa mencairkan,’’ terangnya.
Hingga siang, sejumlah ASN terlihat masih antre.
Sebagian dari mereka ada yang membayar lewat bank Jatim atau pihak ketiga yang menjalin kerjasama dengan Bapenda. (ang/bin/fid)
Editor : Ainul Hafidz