Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pengelolaan Parkir di Jombang Dinilai Belum Efektif, Kalangan Ekonom: Rawan Terjadi Kebocoran

Achmad RW • Senin, 22 Januari 2024 | 13:55 WIB
PARKIR LANGGANAN: Sebuah mobil parkir di kawasan bebas parkir berlangganan di Jl KH Wahid Hasyim, Minggu (21/1).
PARKIR LANGGANAN: Sebuah mobil parkir di kawasan bebas parkir berlangganan di Jl KH Wahid Hasyim, Minggu (21/1).

JombangBanget.id – Karut-marut pengelolaan parkir di Kabupaten Jombang disorot kalangan ekonom.

Thamrin Bey, pengamat ekonomi di Jombang menilai pengelolaan parkir di Jombang saat ini masih jauh dari efektif.

Selain itu juga rawan terjadi kebocoran.

”Misalnya saja dengan setoran (satu) jukir yang Rp 105 ribu per bulan, tapi pemkab harus menggaji Rp 350 ribu per bulan untuk jukir, itu saja sudah tidak masuk akal, pemkab justru rugi namanya,” ungkap Thamrin kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Setoran dengan nominal itu, juga dinilai Thamrin bisa mengindikasikan kemungkinan kebocoran makin besar.

Karena, menurutnya, mustahil rasanya jika seorang tukang parkir mendapat uang Rp 105 ribu untuk sebulan.

”Kalau sehari setoran segitu mungkin masuk akal ya,” tambahnya.

Indikasi kebocoran itu, juga menguat karena tak berfungsinya sistem parkir berlangganan yang kini sudah berjalan.

Menurut Thamrin, setiap warga Jombang tahu mereka harus membayar biaya parkir berlangganan setiap membayar pajak STNK.

”Tapi waktu parkir di jalanan Jombang yang katanya wilayah parkir berlangganan juga masih ditarik, ini kan ya merugikan bagi masyarakat, harusnya kan tidak seperti itu,” lontarnya.

Selain itu, penerapan parkir berlangganan juga kurang mencerminkan asas keadilan.

Baca Juga: PAD Parkir Pasar di Jombang Rp 625 Juta, Sementara RTH Nol Rupiah, Kok Bisa?

Pasalnya, kebijakan ini berlaku mengikat dan menyeluruh bagi setiap pemilik kendaraan bermotor.

”Padahal sebagian warga yang tinggal di kawasan pinggiran atau kerja di luar kota, yang sangat jarang pergi ke kota Jombang, tapi mereka harus membayar parkir berlangganan, begitu ke kota tetap dipungut parkir,” bebernya.

Karenanya, pihaknya menyuarakan kepada Pemkab Jombang agar memperbaiki sistem perparkiran di Jombang.

”Ada banyak opsi yang bisa dipilih, misalnya full pakai berlangganan, risikonya lebih mudah dapat PAD, tapi jukir juga harus ketat, penarikan parkir pada pelat Jombang harusnya tidak boleh lagi,” tambahnya.

Atau dengan sistim yang lain, yakni full tanpa parkir berlangganan.

Dengan sistem ini, Thamrin menyebut akan lebih banyak masyarakat yang akan terlibat nantinya.

”Pemkab Jombang juga harus mengoptimalkan lahan, semua yang memang dikenai parkir ya dikenakan, kalau mau menggenjot PAD,” pungkasnya. (riz/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Dishub Jombang #parkir #Kalangan #jukir #Pengelolaan #ekonom #Jombang #berlangganan