Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pertemuan Gagal Capai Kesepakatan, Petani Tetap Minta Tembok Pabrik Pupuk di Jombang yang Caplok JUT Dibongkar

Azmy endiyana Zuhri • Selasa, 9 Januari 2024 | 16:30 WIB

 

Pertemuan yang digelar antara Pemdes Betek, pabrik pupuk dan petani yang JUT nya dicaplok
Pertemuan yang digelar antara Pemdes Betek, pabrik pupuk dan petani yang JUT nya dicaplok

JombangBanget,id - Polemik pembangunan tembok pagar pabrik pupuk PT Maxxi Agri yang mencaplok jalan usaha tani (JUT) di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung terus bergulir.

Senin (8/1), pemdes Betek menggelar pertemuan membahas pencaplokan JUT oleh pihak pabrik pupuk  tersebut.

Pantauan di lokasi, pembahasan digelar di ruang pertemuan Desa Betek.

Hadir dalam pertemuan itu, Camat Mojoagung Muchtar, Kepala Desa Betek Moh Faruq,  perwakilan perwakilan BPD, petani terdampak serta dari perwakilan PT Maxxi Agri.

Proses pembahasan pencaplokan JUT oleh pabrik pupuk itu berjalan alot.

”Tadi hasil pertemuannya masih ngambang, belum ada titik temu,” ujar Fatchurohman, salah satu petani yang terdampak.

Fatchurohman  mengaku kecewa dengan keputusan pabrik yang langsung menutup JUT tanpa dilakukan musyawarah desa (musdes) terlebih dahulu.

Dikatakannya, memang sebelumnya sudah ada pertemuan dengan pihak pabrik, pemerintah desa, dan petani, akan tetapi dari pertemuan itu tidak ada kesepakatan untuk menutup JUT.

”Tanda tangan itu bukan kesepakatan untuk menutup JUT. Tanda tangan itu tanda tangan daftar hadir,” bebernya.

Karena merasa sangat dirugikan akibat penutupan JUT, ia dan petani lainnya tetap berharap jalan usaha tani menuju sawahnya yang sekarang sudah dibangun tembok pagar pabrik dikembalikan seperti semula alias dibongkar.

Baca Juga: Disperta Segera Terjunkan Tim ke Lokasi, Soal JUT di Mojoagung Jombang Dicaplok Pabrik

”Kami tetap ingin JUT dikembalikan ke fungsi semula, tidak ditutup,” tegas Fatchurohman.

Sementara itu, Haris Su’ud, tim legal PT Maxxi Agri mengatakan hasil pertemuan tadi sudah sedikit ada titik terang.

”Alhamdullilah tadi pertemuan berjalan baik. Dan sudah ada sedikit titik terang,” tegasnya.

Haris menegaskan, pihak pabrik juga tidak ingin merugikan petani. Sehingga, diharapkan nanti adanya pertemuan kembali sudah ada solusi yang terbaik.

”Kita cari jalan terbaik untuk desa maupun pabrik. Pabrik tidak ada niatan untuk merugikan siapa pun,” bebernya.

Sedangkan terkait proses pengalihan JUT, pihaknya memasrahkan ke pemerintah desa.

”Nanti monggo lah pihak desa seperti apa, nanti kita siap untuk keamanan desa sendiri. Nanti kita sama-sama jalan, yang penting tidak ada yang dirugikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Betek Moch Faruq dalam pertemuan pihaknya menyampaikan akan dilakukan pertemuan kembali. Rencananya akan ada pertemuan lanjutan.

”Kita akan bahas lagi pada pertemuan nantinya,” kata Faruq. (yan/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#Mojoagung #betek #Jombang #JUT #pabrik pupuk #Petani