Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Menelusuri Terbentuknya Regentschap Djombang (2-habis), Oktober 1910 Keluar Besluit, Bupati Pertama Jombang Dilantik 1 Desember

Anggi Fridianto • Minggu, 31 Desember 2023 | 13:05 WIB
PELANTIKAN 1910: Bupati pertama Jombang bersama para punggawa setelah resmi dilantik.
PELANTIKAN 1910: Bupati pertama Jombang bersama para punggawa setelah resmi dilantik.

JombangBanget.id - Empat tahun setelah penambahan distrik ketiga di utara Brantas bernama distrik Mojodadi, mulai dilakukan persiapan pemecahan wilayah Jombang mandiri terpisah dari Mojokerto.

Tahap pertama yang dipisah adalah struktur Asisten Residen (AR)-nya.

Tanggal 20 Maret 1881, keluar surat keputusan/besluit Nomor 90 tentang pemisahan AR di wilayah afdeling Mojokerto.

Masing-masing menjadi AR Mojokerto dan AR Jombang. Diikuti pula dengan pengisian jabatan ahli hukum di pengadilan rakyat (landraad) Mojokerto dan Jombang.

Sejak 1881 hingga 1910, wilayah Jombang adalah ‘zelfstandig afdeling’ atau wilayah administrasi mandiri yang terdiri dari beberapa distrik sebagai bagian dari Regentschap Mojokerto.

Dipimpin seorang patih yang bertanggungjawab kepada Bupati Mojokerto. Semakin hari, kondisi sosial ekonomi afdeling Jombang semakin berkembang dengan segala permasalahannya.

Seiring bertambahnya jumlah pabrik gula, pabrik es, pabrik penggilingan padi dan ketela yang beroperasi.

Laju industrialisasi yang maju, diikuti pula meningkatnya angka kriminalitas tinggi. Mulai dari kejahatan jalanan seperti pencurian dan perampokan, pembakaran lahan tebu, hingga pemalsuan uang dan produksi arak ilegal.

Setelah berjalan enam tahun, keluarlah besluit nomor 172 tertanggal 20 September 1887 tentang batas-batas wilayah ibukota afdeling Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Gresik, Sedayu dan Lamongan.

“Penentuan ibukota afdeling Jombang meliputi batas utara adalah sungai van Hengel (Panengel) sampai Sidobayan di timur dan Kauman Lor di barat,” Tjahjana Indra Kusuma pemerhati sejarah dan cagar budaya di Jombang.

Batas barat meliputi jembatan embong miring Denanyar dan jalan Plosogerang.

Baca Juga: Wayang Topeng Jatiduwur Jombang (2), Topeng Ini Tak Boleh Ditinggal Setiap Pertunjukkan

Lalu batas selatan meliputi desa Pandanwangi ke timur sampai Geneng, Parimono dan jalan raya Jombang-Blimbing. Batas timur meliputi desa Kaliwungu ke utara sampai saluran air di Kwijenan dan paling utara di Sidobayan.

Hal ini yang memaksa pemerintah kolonial memisahkan Jombang dari Mojokerto demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pada 21 Oktober 1910 keluarlah Besluit nomor 553 yang menjadi dasar berdirinya Regentschap Jombang terpisah dari Regentschap Mojokerto,” tambahnya.

Ditunjuklah RAA Soeroadiningrat yang sebelumnya sudah berpengalaman sebagai pegawai Administrasi Dalam Negeri (Binnenlands Bestuur) dan menduduki berbagai jabatan di Jombang sejak 1884, sebagai Bupati Jombang pertama.

Tepat hari Kamis, 1 Desember 1910, dilakukan upacara resmi pelantikan RAA Soeroadiningrat sebagai Bupati Jombang yang pertama.

Bupati dilantik oleh Residen Surabaya. Dihadiri Bupati Mojokerto, Sidoarjo, Lamongan dan Gresik.

Ada juga Perwira Tionghoa, pejabat pemerintahan dan pegawai pabrik gula di Jombang dan sekitarnya.

“Bupati Jombang diambil sumpahnya dan dilantik di kediaman AR Jombang, sebab pendopo kabupaten belum ada dan akan dibangun,” pungkas dia. (ang/bin/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#distrik #MOJOKERTO #Djombang #Jombang