JombangBanget.id – SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) SMK Dwija Bhakti (DB) 1 Jombang sukses melaksanakan program Bhakti SMK 2023.
Kegiatan selama tiga hari (12-14/12) ini bentuk pengimbasan kepada masyarakat sekitar sekolah.
Program Bhakti ini pertama dan satu-satunya di Jombang yang mengusung tema pelatihan perawatan dan maintenance ac split.
”Untuk peserta, kami berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sengon, memprioritaskan warga yang belum bekerja. Ada tambahan peserta dari Desa Plandi,” ujar Kepala SMK DB 1 Jombang Muhammad Wahyuddin Jaya SPd.
Ia menyampaikan, tema terkait ac split sekaligus untuk mengenalkan jurusan baru tahun depan, Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU).
Selama tiga hari, ada sepuluh peserta yang mendapat bekal materi teori dasar, pengenalan spareparts, penelusuran permasalahan awal (trouble shoot), perawatan rutin hingga penanganan kerusakan sampai menjadi normal kembali.
“Pihak sekolah juga tetap membuka ruang komunikasi bagi peserta pelatihan, jika ke depan menemui kesulitan atau permasalahan,” tambahnya.
SMK DB 1 Jombang juga berkolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Jombang guna menyalurkan tenaga kerja.
Setelah pelatihan, peserta yang layak disalurkan ke beberapa perusahaan.
“Alhamdulillah melalui pelatihan ini ada dua orang yang diterima di perusahaan dan mulai bekerja minggu depan,” kata Instruktur AC/pendingin UPT BLK Jombang Moch Ali Muhtarom ST.
Kemudian, Kamis (14/12) dilaksanakan penutupan kegiatan secara sederhana di SMK DB 1 Jombang.
Baca Juga: Kinerja KKG dan KKP Dievaluai, Dinas P dan K Jombang Terima Banyak Masukan
Berkesempatan hadir Sub Koordinator Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Mudianto SPd MM, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi di Jombang Elfian Rosadi SE, Instruktur AC/Pendingin UPT BLK Jombang Moch Ali Muhtarom ST serta seluruh peserta pelatihan yang didampingi ketua RT masing-masing.
Di akhir acara, sepuluh peserta yang dibagi menjadi tiga kelompok mendapat peralatan lengkap service dan maintenance ac split sebagai bekal awal mereka merintis wirausaha mandiri di rumah.
Sekaligus memperdalam ilmu yang telah didapatkan melalui praktik langsung di mana saja.
“Harapan ke depan, program ini jalan berkelanjutan dan dapat bermanfaat. Bukan hanya bagi sekolah namun bagi masyarakat sekitar sekolah,” pungkas Sub Koordinator Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Mudianto. (dwi/bin/fid)
Editor : Ainul Hafidz