JombangBanget.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang menggelar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Penanggulangan Stunting bagi Pekerja Perusahaan Rokok, Kamis (7/12).
Sosialisasi digelar di PT Anugerah Mutiara Luhur Indonesia Jaya (MPS Perak).
”Ini kegiatan yang kesekian kali dilakukan Disnaker Jombang, sasarannya karyawan pabrik rokok, menggunakan dana DBHCHT. Untuk materinya soal pencegahan stunting,” terang Kepala Dinas Tenaga Kerja Jombang Priadi.
Kegiatan sosialisasi dibuka secara resmi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang Wignyo Handoko.
Turut serta Kepala Disnaker Jombang Priadi beserta jajaran direksi perusahaan.
”Kami juga melibatkan dinas kesehatan juga yang membantu kami menerangkan pentingnya gizi kepada para pekerja yang rata-rata ibu rumah tangga,” imbuhnya.
Pekerja pabrik yang dipilih, adalah mereka yang masih usia produktif hingga para wanita calon ibu.
”Para pekerja ini diberikan pengetahuan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi juga diberi bantuan suplemen makanan berupa tablet tambah darah,” lanjutnya.
Diharapkan dengan gencarnya sosialisasi itu akan berdampak signifikan, khususnya kepada pekerja wanita yang akan menjadi ibu ke depan.
”Diharapkan ini jadi salah satu upaya mencegah menurunkan angka stunting dgn meningkatkan pengetahuan ibu dan/atau calon ibu yang berstatus sebagai pekerja mengenai stunting,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Pemkab Jombang berhasil menekan kasus stunting.
Selama lima tahun terakhir, tren kasusnya terus mengalami penurunan.
Masing-masing 2019 lalu turun menjadi 17,9 persen, sementara pada 2021 angkanya turun menjadi 10,6 persen, sedangkan pada 2022 turun menjadi 8,42 persen.
Sedangkan pada 2023 menyisakan 6,21 persen.
”Sehingga harapan kami, dengan melibatkan pekerja dari pabrik rokok angka stunting di Jombang juga bisa terus turun,” kata Priadi. (riz/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz