JombangBanget.id – Alokasi penyertaan modal untuk Perusahaan umum daerah (Perumda) Aneka Usaha Seger sebesar Rp 3,7 miliar tahun ini tak terserap.
Ini setelah sebagian anggaran yang diperuntukkan pembangunan fisik tidak bisa dilakukan pihak perusahaan.
Alasannya, karena terganjal status lahan.
”Kalau penyertaan modal untuk Aneka Usaha Seger sebesar Rp 8 miliar dibagi menjadi dua termin. Pertama Rp 4,3 miliar dialokasikan pada P-APBD 2022, sedangkan termin kedua Rp 3,7 miliar di APBD 2023 murni,” ujar Direktur Perumda Aneka Usaha Seger M Nasir, saat dikonfirmasi, Rabu (6/12).
Dikatakan, pihaknya tak mengajukan penyerapan pada penyertaan modal termin kedua karena masih ada kendala pada lahan.
”Memang sengaja kita tidak mengusulkan. Karena kami menunggu inbreng aset klir terlebih dulu,” katanya.
Dijelaskan Nasir, aset tanah yang saat ini digunakan merupakan aset pemkab yang belum dipisahkan.
Ketika lahan itu dipergunakan, maka dikhawatirkan akan timbul permasalahan di kemudian hari.
Karena itu pihaknya tidak berani melakukan pembangunan sesuai dengan perencanaan. Pasalnya dari anggaran Rp 3,7 miliar tersebut Rp 900 juta untuk pembangunan.
”Inbreng aset itu nanti aset atas nama perusahaan aneka usaha seger. Sehingga itu ada penetapan hukum yang jelas,” ungkapnya.
Apabila aset sudah jelas, lanjut Nasir, maka Aneka Usaha Seger bisa tata kelola perusahaan bisa lebih baik lagi.
”Kemarin untuk inbreng aset ini sudah diperdakan. Saat ini mungkin dievaluasi Pemprov. Kemungkinan januari sudah klir perdanya,” beber dia.
Sehingga sisa penyertaan modal Rp 3,7 miliar itu nanti akan diambilkan dari P-PABD 2024. ”Mungkin itu jadi SiLPA dan bisa dianggarkan lagi pada P-APBD 2024,” pungkasnya. (yan/bin/fid)
Editor : Ainul Hafidz