JombangBanget.id – Sebanyak 32 tim Jawa Timur mengikuti Perdana Cup 2026 di Lapangan Banjardowo, Jombang, pada 3–4 Oktober dengan persaingan pada kategori U-10 dan U-11.
Turnamen sepak bola yang digelar SDN Kepanjen 2 Kecamatan Jombang ini berjalan sukses dan meriah.
Ketua Panitia Perdana Cup 2026, Qoirur Rozikin, mengatakan, 32 tim peserta terbagi dalam dua kategori. Yakni kategori U-11 antar sekolah SD/MI dan kategori U-10 antar sekolah sepak bola (SSB).
Baca Juga: Anggaran Rp 15 Miliar Disiapkan untuk Pilkades Serentak Jombang 2027
”Untuk kategori SD/MI ada 16 tim yang kami undang dari se-Jawa Timur. Sedangkan kategori U-10 antars SSB juga 16 tim dari se-Jawa Timur,” ujarnya.
Kategori U-11 diperuntukkan bagi pemain kelahiran 2015. Sementara kategori U-10 antars SSB diikuti pemain kelahiran 2016.
Pada kategori U-10 antar SSB, juara pertama diraih SSB Sigres Sidoarjo. Posisi runner-up ditempati SSB Surabaya Bhakti. Sedangkan juara tiga bersama diraih SSB Buana Putra Pare dan Basoka Kediri.
Sementara pada kategori U-11 SD/MI, SDN Gadingmangu 2 Perak Jombang keluar sebagai juara pertama. Juara kedua diraih MI Muhammadiyah 5 Mojoagung Jombang.
Baca Juga: PJU Jombang Bakal Dialihkelola? Pemkab Uji Skema KPBU
Sedangkan juara tiga bersama ditempati SDN Ngoro 1 Jombang dan MI Babussalam Sidoarjo.
Menurut Qoirur, gelaran Perdana Cup 2026 mendapat respons positif.
Bahkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen.
”Beliau sangat antusias dan berterima kasih atas terselenggaranya Perdana Cup. Harapannya kegiatan ini bisa berlanjut dan tahun depan lebih ditingkatkan lagi. Beliau juga antusias karena pesertanya ternyata sebanyak itu,” jelasnya.
Perdana Cup 2026 melibatkan sejumlah stakeholder olahraga dan pendidikan, termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Ketua KONI Jombang, serta Ketua Askab PSSI Jombang.
Baca Juga: Kasus Gadis 13 Tahun di Jombang Diduga Dicabuli Ayah Tiri Terbongkar
Lebih lanjut, Qoirur berharap keberadaan turnamen tersebut turut mendorong perhatian terhadap pembinaan sepak bola usia dini.
Khususnya melalui lingkungan sekolah SD/MI yang selama ini dinilai masih membutuhkan ruang kompetisi lebih banyak.
”Rata-rata event yang sudah terselenggara itu antar SSB. Kami berharap mungkin bisa lebih banyak diadakan kompetisi antars SD atau MI sederajat di bawah naungan Dinas Pendidikan,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Ainul Hafidz