JombangBanget.id — Puluhan karateka dari sejumlah klub Jombang membidik prestasi pada Open Tournament Karate Piala Panglima TNI 2026 di GOR Ken Arok, Kota Malang, Senin-Rabu (28–30/9).
Setelah mereka menjalani persiapan latihan untuk menghadapi persaingan di kelas open.
’’Kita mendukung para karateka mengikuti kejuaraan dimanapun. Semakin banyak ikut kejuaraan, manfaatnya semakin banyak,’’ kata Ketua Harian Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jombang, Kwat Prayitno.
Baca Juga: RAPBD Jombang 2027 Tertekan, Pendapatan Turun Rp 441 Miliar
Di antaranya untuk menambah jam terbang atlet. Serta evaluasi hasil latihan.
’’Tidak ada juara yang muncul tiba-tiba. Dengan banyak mengikuti kejuaraan, kesempatan untuk bisa juara semakin besar,’’ terangnya.
Ketua Dojo Patirtan Banjarsari INKAI Cabang Jombang, Dodik Budi Santoso, menurunkan enam atlet di kelas open.
Untuk persiapan, mereka telah menjalani latihan intensif secara rutin.
Baca Juga: Lahan 4.000 Meter Persegi Disiapkan untuk IPAL Limbah Tahu Jombang
’’Latihan dilakukan dua kali sehari, sore pukul 15.30–17.00 dan malam pukul 19.00–21.00 di Honbu Dojo IJOP,’’ kata Dodik.
Keikutsertaan dalam turnamen ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk menambah pengalaman bertanding. Selain mengejar prestasi, kompetisi juga menjadi bagian dari pembentukan mental dan karakter atlet.
’’Targetnya menambah jam terbang dan pengalaman serta proses pembentukan karakter mental,’’ ungkapnya.
Sementara itu, pelatih Jombang Karate Club (JKC), Aditya Harja Nenggar, menurunkan 43 atlet di kelas open.
Baca Juga: Motor Terjatuh di Ceweng Jombang, Pemuda-Balita Tewas
’’Targetnya tentu seluruh atlet dapat meraih medali dan jadi juara umum,’’ ujarnya. Dia optimistis para atlet JKC mampu meraih hasil positif.
Ketua Dojo Satria Jombang (DSJ), Nurhayati, juga menurunkan lima atlet.
’’Lima atlet kami gabung di Korem 082,’’ ungkap Aditya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz