JombangBanget.id – SMAN Ngoro, Jombang merebut juara 1 Bahlil Mini Soccer Zona 6 setelah menang 6-1 atas SMAN 1 Pacet di final.
Sekaligus memastikan tiket mewakili Zona 6 pada tingkat Jawa Timur.
Kompetisi yang digelar di Lapangan Asri Sport Centre, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, pada 17–18 September itu diikuti tim dari Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto.
Baca Juga: Renungan Minggu: Saat yang Sedikit Diserahkan kepada Tuhan Menjadi Mukjizat
Atas kemenangan tersebut, Smanero berhak mewakili Zona 6 pada Turnamen Bahlil Mini Soccer tingkat Jawa Timur (Jatim).
Kepala SMAN Ngoro Didik Agus Pramono, S.Pd., MM mengatakan, prestasi tersebut menjadi bukti semangat dan keseriusan siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
”Juara 1 SMAN Ngoro kalau menurut saya ini sudah sangat luar biasa, karena anak-anak mempersiapkannya dengan sangat matang,” ujarnya.
Menurut Didik, setelah berhasil menjadi juara, para siswa diharapkan tetap menjaga performa dan memberikan kemampuan terbaik dalam setiap kompetisi berikutnya.
Baca Juga: Binrohtal: Tak Ada yang Melihat, Tapi Allah Tahu
”Selanjutnya mengalir saja, menunjukkan yang terbaik," jelasnya.
Persiapan tim tidak hanya mengandalkan latihan ekstrakurikuler rutin yang digelar setiap Selasa dan Jumat. Pelatih futsal SMAN Ngoro Ganda Kurniawan menambah sesi latihan khusus setiap Sabtu.
Tim juga memanfaatkan lapangan sepak bola milik AURI di Desa Badang, Kecamatan Ngoro. Tambahan sesi tersebut difokuskan untuk mengenalkan karakteristik mini soccer yang memiliki perbedaan dengan futsal maupun sepak bola.
”Tambahan sesi kami fokus pada pengenalan mini soccer, karena masih baru. Anak-anak harus memahami peraturan, taktik, formasi dan strateginya,” jelas Ganda.
Sebanyak 15 siswa dipersiapkan dalam skuad tersebut. Terdiri atas tujuh pemain utama dan delapan pemain cadangan.
Pemain inti berasal dari kelas XI dan XII, sedangkan siswa kelas X turut dilibatkan untuk menambah pengalaman bertanding. Sejumlah pemain senior juga telah memiliki jam terbang kompetisi sepak bola.
Beberapa siswa kelas XI dan XII sebelumnya memperkuat PSID Jombang U-17 dalam ajang Piala Soeratin.
Baca Juga: 72 Kebakaran Terjadi di Jombang, Sehari Bisa Empat Kali
Prestasi tersebut melengkapi catatan positif SMAN Ngoro di cabang futsal sepanjang 2026.
Tim sekolah tercatat meraih juara 1 SHJ Cup 2026, juara 2 Piala Afkab Jombang 2026, juara 1 Allievo Futsal Competition Jombang 2026, juara 1 IPPNU Cup Kecamatan Ngoro 2026, juara 1 ITEBIS Futsal Championship 2026, juara 3 IMJ UM Futsal Cup 2026, serta juara 2 AXIS Nation Cup Kediri 2026. Pada AXIS Nation Cup Kediri, siswa SMAN Ngoro Putra Dwi Cahyo juga meraih penghargaan best player.
Putra menuturkan, capaian tim tidak lepas dari dukungan sekolah. Para siswa tetap diarahkan menjaga keseimbangan antara prestasi olahraga dan tanggung jawab akademik.
”Yang nomor satu tentunya sekolah. Latihan dan prestasi olahraga tetap harus berjalan, tetapi tanggung jawab sebagai siswa juga wajib,” kata Putra.
Dia mengaku terbiasa membagi waktu antara kegiatan belajar dan latihan. Seusai pembelajaran, sejumlah pemain bahkan menjalani latihan tambahan secara mandiri, seperti jogging dan ball feeling.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Perak Jombang, Dua Orang Terluka
Dukungan sekolah juga diberikan ketika siswa harus mengikuti pertandingan yang berlangsung pada jam pelajaran. Siswa diperbolehkan mengikuti kompetisi dengan tetap bertanggung jawab menyelesaikan materi maupun tugas yang diberikan guru.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang Dr. Eko Redjo Sunariyanto memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih SMAN Ngoro.
”Selamat kepada SMAN 1 Ngoro. Semoga semakin berprestasi dan sukses pada pertandingan-pertandingan selanjutnya," kata Eko.
Baca Juga: 126 Finalis Adu Kreativitas, Berikut Daftar Juara Lomba Mengarsir 2026
Menurut Eko, sekolah memiliki peran penting dalam memfasilitasi talenta-talenta muda, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Keduanya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pendidikan di sekolah.
"Sekolah memang memfasilitasi talenta-talenta muda usia pelajar dalam porsi akademik dan nonakademik. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan dalam pendidikan di sekolah,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz