JombangBanget.id – Forki Kabupaten Jombang menerapkan sistem promosi dan degradasi dalam menjaring atlet untuk Porprov Jatim.
Sebanyak 19 karateka akan diseleksi melalui Porkab di Dojo Mahameru Jombang, Sabtu-Minggu (12–13/9), kemudian dievaluasi secara berkala berdasarkan performa dan perkembangan selama pembinaan.
’’Kita akan menjaring 19 atlet melalui Porkab,’’ kata Ketua Harian Forki Jombang, Kwat Prayitno.
Baca Juga: Jijik! Ada Ulat Hidup di Menu MBG Siswa SMA di Jombang
Jumlah tersebut nantinya masih dapat mengalami perubahan sesuai perkembangan performa atlet selama masa persiapan.
’’Atlet yang terjaring belum otomatis menjadi tim final, karena nanti tetap ada promosi dan degradasi,’’ terangnya.
Mekanisme tersebut diterapkan untuk menjaga persaingan secara sehat sekaligus memastikan atlet yang nantinya memperkuat Jombang merupakan karateka dengan performa terbaik.
Evaluasi akan dilakukan secara berkala berdasarkan kemampuan dan perkembangan masing-masing atlet.
Baca Juga: Petrus Cs Divonis Lebih Ringan, Tiga Terdakwa Kasus Ganja di Jombang Banding
Forki tidak hanya melihat hasil pertandingan saat Porkab, tetapi juga akan memantau konsistensi dan perkembangan atlet dalam proses pembinaan.
Tahapan tersebut dinilai penting mengingat persiapan menuju Porprov masih cukup panjang.
Atlet yang memiliki performa terbaik berpeluang dipertahankan, sedangkan karateka lain tetap memiliki kesempatan masuk melalui evaluasi.
Sementara untuk kebutuhan pekan olahraga pelajar daerah (Popda), Forki Jombang akan menjaring 13 atlet dari para juara Porkab di tiap kelas.
Seleksi Popda terbuka bagi karateka mulai dari siswa kelas 1 SMP hingga kelas 2 SMA.
Baca Juga: Oknum Guru di Jombang Dibekuk Polisi, Akui Cabuli Mantan Siswi 13 Kali
Atlet yang nantinya dinyatakan lolos juga perlu mempersiapkan kebutuhan pembiayaan secara mandiri sesuai ketentuan yang berlaku.
Pembinaan atlet Popda akan terus ditingkatkan sembari menunggu petunjuk teknis resmi dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora). (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz