Persiapan Popda Jatim 2026 Dimulai, Disporapar Jombang Minta Cabor Segera Seleksi Atlet

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 11:09 WIB
TUNGGU JUKNIS: Rapat koordinasi cabor dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang, Rabu (22/7). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
TUNGGU JUKNIS: Rapat koordinasi cabor dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang, Rabu (22/7). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur Tahun 2026 mulai dilakukan.

Namun hingga kini, juknis lengkap belum diumumkan, sehingga kepastian jumlah atlet dan nomor apa saja yang akan diikuti masih belum jelas. 

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Jombang, Nur Evva Maylia, mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat kepada seluruh pengurus cabang olahraga agar segera menggelar proses seleksi atlet sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Rencana Mutasi Enam Perangkat Desa Plabuhan Dibahas DPRD Jombang, Komisi A Ingatkan Risiko Hukum

”Kami meminta masing-masing cabang olahraga menyampaikan jadwal seleksi atlet, melaksanakan seleksi secara objektif dan transparan, kemudian mengirimkan daftar atlet yang lolos seleksi paling lambat 31 Juli 2026 melalui KONI Kabupaten Jombang. Data itu kami perlukan untuk proses verifikasi, pembinaan, dan penyusunan kontingen Kabupaten Jombang,” ujarnya.

Pada Popda XV Jawa Timur 2026, terdapat 20 cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni atletik, balap sepeda, bola basket, bulutangkis.

Judo, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, senam, sepak bola, sepak takraw, taekwondo, tenis lapangan, tinju, bola voli indoor, karate, wushu, serta MMA dan ski air.

Sementara untuk Peparpeda III Jawa Timur 2026, akan dipertandingkan empat cabang olahraga, yaitu atletik, renang, bulutangkis, dan tenis meja.

Baca Juga: Gus Irfan dan Agenda Besar NU Abad Kedua

Nur Evva menjelaskan, hingga kini petunjuk teknis (juknis) dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur masih belum diterbitkan.

Karena itu, jumlah atlet yang dapat dikirim setiap cabang olahraga maupun nomor pertandingan yang diperlombakan masih menunggu keputusan dari provinsi.

”Untuk juknis dari Dispora Provinsi belum ada. Jadi baru diumumkan cabang olahraga apa saja yang dipertandingkan. Berapa kuota atlet dan nomor pertandingannya masih menunggu karena akan ditetapkan oleh pengurus provinsi masing-masing cabang olahraga,” katanya.

Ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan dalam pengiriman atlet ke Popda.

Pemerintah daerah tidak dapat membiayai seluruh kebutuhan kontingen sehingga mekanisme pembiayaan akan disesuaikan dengan kemampuan APBD.

”Pengiriman atlet tidak sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah. Misalnya kemampuan APBD hanya bisa memfasilitasi dua atlet tiap canor, sementara cabang olahraga ingin mengirim lima atlet dan memang ada kelas yang dipertandingkan, maka sisanya bisa berangkat secara mandiri dengan berkoordinasi bersama orang tua atlet,” jelasnya.

Baca Juga: 5 Bulan, UPTD PPPA Jombang Catat 74 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Menurut Nur Evva, pembinaan atlet sejatinya telah diakomodasi melalui dana hibah kepada KONI Kabupaten Jombang yang kemudian diteruskan kepada masing-masing cabang olahraga.

Karena itu, tidak ada tambahan anggaran khusus untuk pembinaan menjelang Popda.

”Pembinaan sudah termasuk dalam dana hibah yang diberikan kepada KONI dan selanjutnya disalurkan ke cabang olahraga. Untuk saat ini yang masih kami rencanakan adalah dukungan terhadap pelaksanaan atau pemberangkatan kontingen,” ungkapnya.

POPDA XV Jawa Timur dan PEPARPEDA III Jawa Timur dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Kabupaten Ngawi ditetapkan sebagai tuan rumah utama, sementara beberapa cabang olahraga akan digelar di Surabaya dan Blitar karena menyesuaikan ketersediaan venue.

Baca Juga: Bupati Warsubi Bertemu KBRI London, Buka Peluang Investasi Inggris untuk Jombang

”Kegiatan dilaksanakan pada bulan November. Pusat penyelenggaraannya di Ngawi, tetapi venue pertandingan tersebar di Ngawi, Surabaya, dan Blitar sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga,” pungkasnya. (wen/ang)

Editor : Ainul Hafidz
Disporapar Jombang cabor atlet Jombang Popda Jatim