JombangBanget.id — Skema pelaksanaan pekan olahraga kabupaten (Porkab) Jombang tahun ini berbeda dengan tahun–tahun sebelumnya.
Jika biasanya atlet mewakili klub, kini mewakili kecamatan.
Pelaksanaan Porkab juga diserahkan kepada masing-masing cabang olahraga (cabor).
’’Porkab tahun ini dirancang untuk memperluas pembinaan atlet hingga tingkat kecamatan,’’ kata Ketua KONI Jombang, Sumarsono, (18/6).
Baca Juga: Renungan Minggu: Saat Doa Belum Dijawab, Jangan Jemu-Jemu Berdoa
Setiap cabang olahraga akan bertanggung jawab melakukan pendataan dan inventarisasi atlet yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jombang.
’’Nanti atlet yang bertanding mewakili kecamatan masing-masing. Karena itu cabor harus menginventarisasi atlet yang ada di setiap kecamatan,’’ terangnya.
Teknis pelaksanaan Porkab menjadi kewenangan masing-masing cabor.
’’Mereka lebih memahami karakter pertandingan dan kebutuhan kompetisi di cabornya masing-masing,’’ paparnya.
Pelaksanaan Porkab sepenuhnya menjadi tanggungjawab cabor termasuk pembiayaannya.
’’Event itu yang punya cabor. KONI memberikan dukungan dan motivasi, termasuk melalui dana pembinaan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan Porkab,’’ urainya.
Dana pembinaan yang telah diterima cabor tidak hanya digunakan untuk program latihan atlet.
Tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menunjang penyelenggaraan Porkab.
Melalui sistem perwakilan kecamatan, KONI berharap proses penjaringan atlet potensial dapat berlangsung lebih merata.
Baca Juga: Binrohtal: Empat Bekal Hidup yang Sering Dilupakan, Mulai Jujur hingga Akhlak Baik
Selain menjadi ajang kompetisi, Porkab juga diharapkan menjadi sarana pemetaan kekuatan olahraga di setiap kecamatan.
Sekaligus mencari bibit atlet yang dapat diproyeksikan ke tingkat yang lebih tinggi.
’’Harapannya, Porkab menjadi wadah pembinaan dan pencarian atlet potensial dari seluruh kecamatan di Kabupaten Jombang,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz