Hadapi Paceklik, Zulhas Minta Pasar Murah Diperbanyak

Achmad RW • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 07:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menghadiri wisuda Unwaha Jombang di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Minggu (4/10). (Achmad RW/Radar Jombang)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menghadiri wisuda Unwaha Jombang di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Minggu (4/10). (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta pemerintah daerah, perusahaan, hingga camat memperbanyak pasar murah untuk membantu masyarakat menghadapi potensi paceklik akibat musim kemarau panjang.

”Saya mengajak seluruh, apakah perusahaan, bupati, wali kota, atau camat di musim paceklik ini agar membuat pasar murah. Ayo kita ikut membantu meringankan beban masyarakat kita,” ujar Zulhas saat menghadiri wisuda Unwaha Jombang di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Minggu (4/10).

Ajakan tersebut disampaikan Zulhas setelah mendatangi pasar murah di kampus Unwaha. Dalam kegiatan itu, sebanyak 750 paket beras dibagikan gratis kepada warga Jombang. Masing-masing paket berisi 5 kilogram beras.

Baca Juga: Wisuda 606 Mahasiswa Unwaha Jombang, Lulusan Diminta Berani dan Adaptif

Zulhas mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pasar murah penting digencarkan di tengah tantangan pangan yang masih dihadapi Indonesia.

Salah satunya menyangkut produktivitas padi yang dinilai masih kalah dibanding Vietnam.

”Di Jombang kalau kita nanam padi 1 hektare dapatnya 6 ton. Orang Vietnam nanam padi 1 hektare bisa dapat 12 ton,” ujar Zulhas.

Tak hanya hasil panen, biaya produksi juga masih menjadi tantangan.

Baca Juga: Student Journalism: Barang Temuan

Zulhas menyebut ongkos menghasilkan 1 kilogram beras di Indonesia mencapai sekitar Rp 14 ribu. Sementara di Vietnam, biaya yang sama disebut hanya sekitar Rp 3.800.

”Itu namanya produktivitas, kita kalah bersaing,” tegasnya.

Zulhas mengatakan, perbedaan produktivitas tersebut tidak lepas dari pemanfaatan teknologi, mekanisasi pertanian, serta penggunaan varietas unggul.

Menurutnya, persoalan produktivitas juga berkaitan dengan perbedaan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Vietnam.

”Kenapa bisa begitu? Teknologi, mekanisasi, varietas-varietas unggul,” katanya.

Di tengah persoalan tersebut, pemerintah bersama dunia usaha dinilai perlu mengambil peran untuk membantu masyarakat, khususnya ketika memasuki musim paceklik.

Pasar murah menjadi salah satu langkah yang didorong untuk meringankan beban warga.

Baca Juga: Student Journalism: Hari Kesaktian Pancasila

Zulhas mengatakan pemerintah bersama Presiden RI Prabowo Subianto terus mendorong swasembada pangan.

Menurutnya, penguatan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari kehormatan bangsa.

”Alhamdulillah petani padi sudah berhasil meskipun belum semuanya. Tapi kekuatan pangan di bidang nelayan akan kami selesaikan tahun ini dan tahun depan,” pungkasnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
zulhas menko paceklik UNWAHA Jombang