JombangBanget.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memblokir akses Sistem Komputerisasi Pengawasan Rumah Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) PT Annisa Ahmada Travelindo sejak 17 September 2026 untuk menghentikan pendaftaran jemaah baru.
Langkah itu diambil setelah muncul persoalan layanan yang dialami jemaah umrah, termasuk masalah kepulangan dari Arab Saudi.
Menteri Haji dan Umrah KH Irfan Yusuf (Gus Irfan) menegaskan, penutupan akses SISKOPATUH merupakan langkah administratif awal sebelum pemerintah menentukan sanksi lebih lanjut terhadap travel yang bermasalah tersebut.
Baca Juga: Travel Tak Jelas, 83 Jemaah Umrah Jombang Beli Tiket Sendiri Rp 7,2 Juta
’’Per 17 September kemarin, akses SISKOPATUH milik PT Annisa Ahmada Travelindo resmi kami tutup atau blokir. Peluang mereka untuk mendaftarkan di SISKOPATUH-nya kita tutup sehingga mereka tidak bisa mendaftarkan,’’ tegas Gus Irfan, sapaan akrabnya, Kamis (17/9).
Dengan diblokirnya akses tersebut, aktivitas pendaftaran, penginputan nama, hingga proses penerbitan visa bagi jemaah baru melalui travel tersebut dihentikan.
Gus Irfan menyebut, pemerintah masih menunggu proses pemeriksaan sebelum mengambil keputusan terkait pencabutan izin PT Annisa Ahmada Travelindo.
’’Tinggal kita tunggu waktu kepastian untuk bisa tutup, dicabut izinnya,’’ tegasnya.
Baca Juga: Jalan Kemuning Jombang Ditutup 30 Hari, Catat Jalur Alternatifnya
Dijelaskan, sebelum menjatuhkan sanksi tersebut, Kamis (17/9) siang, Gus Irfan mengaku sempat mendatangi langsung kantor pusat PT Annisa Ahmada Travelindo di JL KH Wahid Hasyim Jombang sekitar pukul 14.00–14.30 WIB.
Namun, kantor tersebut dalam kondisi tutup dan digembok.
’’Ternyata kantornya tutup, digembok, tidak ada orang. Hanya ada tulisan kantor tidak aktif untuk sementara waktu,’’ katanya.
Perhatian Kemenhaj terhadap travel tersebut mencuat setelah muncul sejumlah persoalan yang dialami Jemaah umrah. Salah satunya terjadi pada awal September 2026.
Saat itu, sekitar 200 calon jemaah umrah yang dikoordinasikan KBIHU Muslimat Jombang telah berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin, Alun-Alun Jombang.
Namun, keberangkatan mereka tidak terlaksana sesuai jadwal. Setelah dimediasi Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, para jemaah akhirnya diberangkatkan beberapa hari kemudian.
Baca Juga: Ditanam Belakangan, Padi MSP 65 di Jombang Panen Duluan
Pemberangkatan dilakukan secara bertahap, tidak bersamaan seperti yang direncanakan.
’’Seharusnya yang dikoordinasikan KBIHU Muslimat bisa berangkat bersama, ternyata tidak bisa bersama karena ketidakprofesionalan travel ini,’’ ujarnya.
Persoalan berlanjut setelah jemaah tiba di Arab Saudi. Sebagian jemaah disebut belum mendapatkan tiket kepulangan.
Mereka juga sempat menghadapi persoalan akomodasi karena jatah kamar hotel telah habis dan jemaah diminta mengosongkan kamar.
Baca Juga: UKM Asal Jombang Raih Jamsostek Award, Ini Komitmennya
Kemenhaj kemudian meminta jemaah terdampak diarahkan ke kantor urusan haji Indonesia di Arab Saudi.
Langkah itu dilakukan agar kebutuhan akomodasi dan konsumsi jemaah tetap terpenuhi sembari menunggu kepulangan.
Namun, hingga pertengahan September, sebagian jemaah masih menunggu kepastian tiket pulang. Gus Irfan menyebut, sebanyak 53 jemaah akhirnya pulang pada Rabu (16/9) menggunakan tiket yang dibeli dengan uang pribadi.
Kemudian, Kamis (17/9) pagi, sebanyak 29 jemaah kembali diberangkatkan pulang dengan kondisi serupa.
Baca Juga: Buntut 259 Siswa Jombang Keracunan, Kepala SPPG Mangunan Dicopot
”Dan ini tentu sangat-sangat merugikan pada jemaah,’’ tegasnya.
Gus Irfan menegaskan, biaya kepulangan semestinya menjadi tanggung jawab travel sesuai layanan yang telah dijanjikan kepada jemaah. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz