Muktamar ke-35 NU di Jombang Cetak Sejarah, Dua Kali Dihadiri Prabowo

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:59 WIB
ANTUSIAS: Presiden Prabowo Subianto hadir pada penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
ANTUSIAS: Presiden Prabowo Subianto hadir pada penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, mencetak sejarah baru karena untuk pertama kalinya Presiden RI Prabowo Subianto hadir dalam pembukaan sekaligus penutupan muktamar.

Dalam penutupan, Senin (31/8), Prabowo mengapresiasi pelaksanaan muktamar yang dinilai mampu menjaga kerukunan di tengah perbedaan pandangan dan kompetisi organisasi.

Pantauan di lokasi, Prabowo hadir di GSG Hasbullah Said pukul 10.00. 

Baca Juga: Prabowo Terima Kartu Anggota NU, Statusnya Seumur Hidup

Ia landing di Stadion Merdeka Jombang menggunakan helicopter dan berangkat menuju Tambakberas menggunakan kendaraan maung buatan PT Pindad.

Turut hadir membersamai Prabowo jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan pejabat terkait. 

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi gelaran Muktamar ke-35 di Jombang. Menurut Prabowo, cara NU menjalankan muktamar patut menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas.

Sebab, dengan jumlah anggota yang besar serta jaringan pesantren dan ulama yang tersebar di berbagai daerah, NU tetap mampu menggelar forum organisasi secara damai.

Baca Juga: Student Journalism: Menjadi Bagian Paskibra

”Selamat atas berjalannya muktamar dengan sukses, dengan guyub, dengan rukun, kita terima perbedaan, kita terima kompetisi yang sehat. Tapi saya kira NU memberi contoh kepada seluruh bangsa,” jelasnya.

Presiden menilai kondisi tersebut menjadi hal penting. Terlebih, muktamar merupakan forum yang mempertemukan banyak kepentingan dan pandangan dari warga NU dari berbagai daerah.

”Bagaimana suatu organisasi yang anggotanya puluhan juta, pesantrennya ribuan, kiainya puluhan ribu tapi bisa melaksanakan muktamar dengan sukses dengan damai dengan rukun Saya kira itu yang paling penting yang saya sampaikan,” jelasnya.

Prabowo berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan selama muktamar ke-35 NU tidak berhenti setelah forum tersebut ditutup.

Dia juga menekankan pentingnya peran NU dalam kehidupan masyarakat dan bangsa.

Selain soal pelaksanaan muktamar, Prabowo turut menyoroti persoalan kesejahteraan warga NU.

Baca Juga: Kembali ke Pangkuan Tebuireng, Gus Kikin, Wasilah Hadratussyaikh, dan Jalan Menuju NU yang Berdaya

Menurut dia, sebagai organisasi dengan jumlah anggota yang besar, NU memiliki kepentingan terhadap peningkatan kualitas hidup warganya.

”NU sangat berkepentingan bahwa warganya bahwa umat NU bisa meraih tingkat hidup yang layak,” jelasnya.

Prabowo mengatakan ukuran kesejahteraan tidak harus selalu dikaitkan dengan kemampuan Indonesia mengejar standar kehidupan negara-negara maju.

Bagi dia, kebutuhan mendasar masyarakat harus menjadi perhatian utama.

Baca Juga: Kembali ke Pangkuan Tebuireng, Gus Kikin, Wasilah Hadratussyaikh, dan Jalan Menuju NU yang Berdaya

Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat. Salah satu yang disinggung Prabowo adalah akses pembiayaan dengan skema pinjaman lunak.

”Kita akan yakinkan bahwa nanti negara hadir, negara akan hadir di tengah-tengah rakyat, tinggal rakyat kalau perlu dia dapat bisa dapat pinjaman lunak dari kekuatan kita sendiri.” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
prabowo muktamar Jombang sejarah Tambakberas