LPJ Diterima Aklamasi, Gus Yahya Ungkap Rasa Syukur

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 08:23 WIB
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) masa khidmah 2021–2026 dalam Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8).

LPJ tersebut kemudian diterima secara aklamasi peserta dalam Sidang Pleno II.

Gus Yahya menyampaikan rasa syukur atas keputusan tersebut sekaligus meminta maaf atas berbagai kekurangan selama menjalankan amanah kepengurusan.

Baca Juga: Tak Punya Lahan Luas? SIKAP SMAN 2 Jombang Punya Solusi

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus PBNU, PWNU, PCNU, PCI NU, kader akar rumput, serta para masyayikh yang memberikan bimbingan.

LPJ disampaikan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dalam sidang Pleno II Laporan Pertanggungjawaban PBNU di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said Tambakberas, Jumat (28/8) sore.

’’LPJ diterima ini sinyal bahwa semangat rekonsiliasi atau islah dalam Muktamar ke-35 NU di Tambakberas sangat tinggi,’’ kata L Riansyah, pengamat sosial politik sekaligus Direktur Avemedia Research Malang.

Islah diawali dari pertemuan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri pada 30 November 2025.

Baca Juga: Silatnas Asparagus di Tambakberas Jombang, Gus Sentot Gandeng Emil

Pesantren Tebuireng Jombang pada 6 Desember 2025. Kemudian pada Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri 21 dan 25 Desember 2025.

’’Tingginya semangat islah itu terlihat dari diterimanya LPJ di Muktamar NU. Warga NU yang senantiasa mengedepankan kerukunan senang dengan keputusan ini,’’ urai pria berkacamata tebal yang akrab disapa Rian ini.

Saat menyampaikan Lpj, Gus Yahya menjelaskan perjalanan kepengurusan PBNU selama lima tahun terakhir.

Ia menyebut amanah yang diterima sejak 2021 telah dijalankan dengan berbagai dinamika dan keterbatasan.

’’Para masyayikh, para kiai, para muktamirin yang kami hormati, lima tahun yang lalu kami menerima amanah ini. Sekarang, kami izin untuk menyampaikan penjelasan atas segala ikhtiar yang telah kami kerjakan,’’ ucap Gus Yahya.

Menurutnya, selama masa kepemimpinan 2021–2026, PBNU berupaya menyesuaikan langkah organisasi dengan perubahan zaman.

Berbagai pilihan diambil dan sejumlah program dijalankan sesuai dengan kemampuan kepengurusan.

Baca Juga: Profil Kholida Krisnawati, Sosok di Balik Data dan Prestasi DLH Jombang

Namun, Gus Yahya mengakui tidak seluruh ikhtiar tersebut berjalan sempurna.

Ada sejumlah capaian yang berhasil diraih, tetapi terdapat pula pekerjaan yang masih membutuhkan waktu untuk diselesaikan.

’’Ada yang berhasil, ada yang belum sempurna, ada yang masih membutuhkan waktu, dan ada yang mungkin terdapat keputusan-keputusan kami yang sebetulnya kelak dinilai perlu diperbaiki,’’ jelasnya.

Atas berbagai kekurangan selama menjalankan amanah tersebut, Gus Yahya sekaligus menyampaikan permohonan maaf.

Baca Juga: Kholida Krisnawati Juara I ASN Berprestasi, DLH Jombang Ungkap Kuncinya

Permintaan maaf ditujukan kepada NU, warga NU, serta seluruh pihak yang ikut menjadi bagian dari perjalanan jam’iyah selama lima tahun kepengurusan.

Setelah LPJ diterima secara aklamasi, Gus Yahya juga mengungkapkan rasa syukur.

Baginya, keputusan peserta muktamar tersebut bukan hanya menyelesaikan kewajiban organisasi berupa pertanggungjawaban kepengurusan.

Penerimaan LPJ, lanjutnya, juga menjadi gambaran adanya kebersamaan, kepercayaan, serta keikhlasan yang terbangun selama masa khidmah 2021–2026.

”Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pengurus PBNU, jajaran PW, PC, PCI, hingga para kader di akar rumput,” ungkap Gus Yahya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada para masyayikh yang selama ini memberikan keteguhan dan bimbingan kepada jajaran PBNU.

Baca Juga: Buku Gus Muhaimin Dibedah di Tambakberas Jombang, Begini Isinya

Gus Yahya juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah ikut bekerja menjaga kehormatan dan kemaslahatan jam’iyah.

’’Semoga seluruh peluh dan dedikasi ini dicatat sebagai amal yang penuh keberkahan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,’’ harapnya. (ang/jif)

Editor : Ainul Hafidz
islah gus yahya pbnu Jombang LPJ