Kiai Sepuh Usulkan Pemilihan AHWA Langsung di Rapat Pleno

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:33 WIB
Rais Syuriah PCNU Kabupaten Garut, KH Amin Muhyiddin Maolani. (IST)
Rais Syuriah PCNU Kabupaten Garut, KH Amin Muhyiddin Maolani. (IST)

JombangBanget.id — Rais Syuriah PCNU Kabupaten Garut KH Amin Muhyiddin Maolani mengusulkan pemilihan sembilan calon anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU dilakukan langsung saat rapat pleno.

Usulan itu dinilai lebih sederhana dan dapat meningkatkan transparansi proses pemilihan.

Menurut KH Amin, mekanisme yang mengharuskan peserta Muktamar menyerahkan sembilan nama calon AHWA secara tertulis untuk kemudian dimasukkan ke dalam kotak berpotensi menimbulkan keraguan.

Baca Juga: Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia

Terutama terkait transparansi dan pengamanan kotak tersebut.

’’Di registrasi, peserta diminta menyerahkan sembilan nama calon AHWA secara tertulis, kemudian dimasukkan dalam kotak. Kita kan tidak tahu siapa yang memegang kunci untuk membuka atau mengunci kotak. Memang kotaknya dikunci. Pertanyaannya, kuncinya dipegang siapa?’’ kata KH Amin.

Ia menilai kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian karena setiap mekanisme pemilihan harus dapat memastikan proses berlangsung transparan dan dapat dipercaya seluruh peserta.

’’Makanya, tetap ada kemungkinan-kemungkinan kecurangan yang bisa terjadi dalam proses memasukkan nama ke dalam kotak,’’ ujarnya.

Baca Juga: Dua Opsi Pilih Ketum PBNU: Voting atau Musyawarah Ahwa

KH Amin mengatakan, mekanisme pemilihan AHWA sebenarnya dapat dilakukan secara jauh lebih sederhana.

Menurutnya, peserta cukup menuliskan sembilan nama ulama calon anggota AHWA dalam rapat pleno, kemudian menyerahkannya langsung kepada panitia untuk dihitung secara terbuka.

’’Dalam setiap pemilihan, sebenarnya apa susahnya kalau pada waktunya, dalam rapat pleno, kita menulis sembilan nama ulama calon anggota AHWA, kemudian langsung diberikan kepada panitia? Itu sebenarnya sederhana,’’ katanya.

Ia juga mengaku mengalami sendiri proses yang dinilainya terlalu panjang dan berbelit. KH Amin datang bersama rombongan, bahkan mengawal dua bus peserta.

Namun, karena sebagian rombongan datang lebih awal, ia harus menunggu peserta lainnya.

Atas kondisi tersebut, KH Amin mengaku kecewa.

Baca Juga: Ketua SC Muktamar NU Dirawat di RSUD Jombang, Diduga Kelelahan

Ia berharap proses pemilihan dalam forum tertinggi NU tersebut dapat mengedepankan kesederhanaan, transparansi, serta menghormati aspirasi para kiai.

KH Amin menegaskan bahwa mekanisme yang lebih sederhana sebenarnya sangat memungkinkan dilakukan.

Para Rais dan kiai cukup dikumpulkan, kemudian masing-masing menuliskan sembilan nama ulama yang telah ditetapkan sebagai calon anggota AHWA.

Menurut KH Amin, proses yang sederhana justru akan mengurangi potensi kecurangan sekaligus meningkatkan kepercayaan peserta terhadap hasil pemilihan.

’’Menurut saya, tidak ada political will atau kemauan politik yang kuat dari panitia untuk kemudian mengakomodasi usulan para kiai sepuh,’’ katanya. (ang/jif/*)

Editor : Ainul Hafidz
ahwa pbnu muktamar Jombang kiai sepuh