JombangBanget.id - Ketua Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU KH Ahmad Said Asrori dirawat di RSUD Jombang.
Itu setelah mengalami tekanan darah di atas 200 yang diduga dipicu kelelahan selama persiapan dan pelaksanaan muktamar, Jumat (28/8).
Kiai Said yang juga menjabat Katib Aam PBNU dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami lonjakan tekanan darah yang cukup signifikan.
Baca Juga: Hujan Interupsi Warnai Sidang, Tatib Muktamar NU di Jombang Disahkan
Pria yang memegang peranan krusial dalam pengawalan agenda muktamar ini sempat masuk IGD RSUD Jombang sebelum akhirnya dirawat intensif di ruang Istana Pandawa VVIP 4.
Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran mengungkapkan, tekanan darah Kiai Said sempat menyentuh angka di atas 200 akibat kelelahan parah selama menyiapkan dan mengawal hajatan besar warga nahdliyin tersebut.
”Ada lagi satu pasien yang kita rawat karena tensinya sangat tinggi. Beliau Ketua SC Muktamar dan beliau juga Katib Aam PBNU,” kata Pudji, Jumat (28/8).
Beruntung, setelah penanganan cepat dan tepat dari tim medis, kondisi Kiai Said berangsur membaik.
Baca Juga: 193 Siswa Jombang Berprestasi, Khofifah Dorong Lanjut Kuliah
”Sekarang kita rawat, masuk dalam kondisi tensi lebih dari 200. Hasil tensi pagi ini sudah 130, keluhan lain pusing dan mual sudah berkurang,” jelas Pudji.
Selain Kiai Said, RSUD Jombang juga merawat seorang peserta muktamar asal Bogor yang dilarikan ke rumah sakit pada Kamis (27/8) siang setelah mengeluhkan nyeri dada.
”Jadi kemarin siang satu peserta muktamar dari Bogor dengan keluhan nyeri dada. Setelah kita lakukan pemeriksaan, serangan jantung,” tutur Pudji.
Kondisi peserta tersebut kini berangsur membaik dan stabil. Seluruh biaya penanganan medis ditanggung melalui mekanisme BPJS serta pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: 1.310 Siswa Jombang Dapat Bantuan Rp 1 Juta dari Khofifah
Perkembangan kesehatan Kiai Said dan peserta asal Bogor tersebut juga terus dipantau langsung oleh Ketua Lembaga Kesehatan PBNU KH Zulfikar As'ad (Gus Ufik) yang hadir di RSUD Jombang.
Gus Ufik memastikan panitia telah mengantisipasi berbagai risiko kesehatan selama muktamar berlangsung dengan menyiagakan posko kesehatan dan ambulans mobile 24 jam di berbagai titik strategis.
”Yang jelas kita antisipasinya setiap area ada tim kesehatan di sekitar situ. Kita berharap tetap itu sehat dulu yang penting,” ujar Gus Ufik. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz