Madrasah NU Bakal Dapat Empat Layar Interaktif dari Prabowo

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:21 WIB
TELADAN: Presiden Prabowo usai membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
TELADAN: Presiden Prabowo usai membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Madrasah dan sekolah di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) bakal mendapat empat layar interaktif per ruang kelas dari pemerintah.

Seperti yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto saat membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kamis (27/8).

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku mendapat informasi, masih terdapat sejumlah sekolah dan pesantren NU yang belum menerima bantuan layar interaktif panel.

Baca Juga: 1.310 Siswa Jombang Dapat Bantuan Rp 1 Juta dari Khofifah

Prabowo bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada NU karena bantuan tersebut belum seluruhnya diterima lembaga pendidikan madrasah khususnya yang berada di naungan NU.

’’Saya mau minta maaf kepada Nahdatul Ulama. Minta maaf karena saya baru tahu bahwa layar interaktif panel banyak sekolah-sekolah, pesantren-pesantren Nahdatul Ulama yang belum menerima,’’ kata Prabowo.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena persoalan administrasi.

Prabowo menjelaskan, sekolah di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berbeda dengan lembaga pendidikan yang berada di bawah Kementerian Agama.

Baca Juga: Kopi, Teh hingga Mi Gratis, Stan MJM Jombang Ramaikan Muktamar NU

’’Ini adalah ketlingsutnya administrasi. Menteri Pendidikan Mendikdasmen tidak salah karena Dikdasmen mengurus sekolah-sekolah negeri. Sekolah-sekolah di bawah NU diurus oleh Menteri Agama,’’ paparnya.

Prabowo kemudian memastikan seluruh ruang kelas sekolah NU akan mendapatkan fasilitas layar interaktif tersebut.

’’Walaupun terlambat, semua ruang kelas sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif sama dengan semua sekolah negeri,’’ tegasnya.

Dia memaparkan, pada tahun sebelumnya setiap ruang kelas sekolah negeri telah mendapatkan satu layar interaktif. Sementara pada tahun ini, sekolah negeri akan mendapat tambahan tiga layar.

Sedangkan untuk sekolah-sekolah NU, Prabowo menjanjikan akan langsung mendapatkan empat layar interaktif.

’’Tahun yang lalu semua sekolah negeri terima satu layar, jadi satu ruang kelas. Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga, tapi NU segera akan menerima langsung empat,’’ jelasnya.

Baca Juga: Student Journalism: Finalis Kejurkab Sofbol 

Prabowo menyebut kebijakan tersebut sebagai bagian dari upayanya memperkuat dan memberdayakan NU, termasuk pesantren-pesantren yang berada di bawah naungan organisasi tersebut.

Dia menegaskan, NU merupakan salah satu aset bangsa yang memiliki peran besar dalam perjalanan Indonesia.

’’Saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan, memperkuat, memberdayakan Nahdatul Ulama, pesantren-pesantren Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah,’’ ucapnya.

Prabowo juga menyinggung besarnya peran ulama dan pesantren dalam perjuangan bangsa.

Baca Juga: Kiai Maman Ungkap Tiga Masalah Kinerja PBNU Selama 5 Tahun

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak hanya diproklamasikan, tetapi juga dipertahankan melalui perjuangan rakyat, ulama, kiai, dan pesantren.

Karena itu, Prabowo mengajak generasi penerus bangsa untuk tidak melupakan jasa para ulama.

’’Kalau Bung Karno mengatakan jas merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan jas hijau. Jangan sekali-kali melupakan jasa ulama,’’ tegasnya.

Di Jombang sendiri hampir semua sekolah negeri dan swasta yang berada di naungan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Jombang telah menerima Papan IFP (Interactive Flat Panel).

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, menyebutkan ada 138 SMP yang sudah menerima. Rinciannya, 48 SMP negeri dan 90 SMP swasta.

’’Semua sudah menerima, dalam dapodik (data pokok pendidik) memang ada fasilitas menerima atau tidak. Kalau pilih menerima pasti akan dikirim, semua negeri maupun swasta sudah menerima,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Bank Jombang Raih Titanium Award, 15 Tahun Pertahankan Kinerja

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, menegaskan, seluruh SD juga telah menerima papan IFP.

’’Sudah 522 SD negeri dan swasta yang menerima IFP,’’ jelasnya. 

Sementara itu Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Jombang, Nur Khojin, menyatakan, saat ini pengajuan bantuan IFP untuk madrasah masih dalam proses.

Pengajuan tidak hanya diperuntukkan bagi madrasah negeri, tetapi seluruh madrasah di Jombang.

Baca Juga: Jelang Penentuan AHWA, Muktamirin Resah soal Pengondisian Nama

’’Tahun ini masih pengajuan,’’ ujar Nur Khojin.

Ia memastikan seluruh madrasah dapat masuk dalam pengajuan bantuan tersebut. ’’Semua kita ajukan,” tegasnya. 

Nur Khojin menyambut baik komitmen Presiden Prabowo terkait pemberian papan IFP untuk madrasah.

Ia menilai bantuan IFP tidak sekadar menambah fasilitas teknologi di madrasah, tetapi dapat menjadi bagian dari lompatan peningkatan kualitas pembelajaran.

’’Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat digitalisasi pendidikan, termasuk perhatian terhadap lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama,’’ ungkapnya.

Baca Juga: UMKM Ramaikan Muktamar ke-35 NU, Bank Jombang Siapkan QRIS

Menurutnya, keberadaan IFP dapat dimanfaatkan guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan kontekstual.

Penggunaan teknologi tersebut juga dinilai penting untuk menyesuaikan proses belajar mengajar dengan tuntutan era digital.

Ia berharap distribusi bantuan IFP nantinya dapat menjangkau madrasah negeri maupun swasta secara merata.

Terutama madrasah yang selama ini masih memiliki keterbatasan sarana pembelajaran berbasis digital. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
layar interaktif NU presiden Madrasah prabowo