JombangBanget.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengecek kesiapan homebase muktamirin Muktamar ke-35 NU di sejumlah sekolah Jombang, Selasa (25/8).
Empat sekolah, yakni SMAN 2, SMAN 3, SMKN 1, dan SMKN 3 Jombang, disiapkan untuk mendukung kebutuhan istirahat dan pelayanan peserta.
Peninjauan dilakukan Selasa (25/8), didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai.
Baca Juga: Digelontor Rp 1,8 Miliar, Proyek Rehab 19 SDN di Jombang Rampung
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang Eko Redjo Sunariyanto menjelaskan, sekolah-sekolah tersebut akan mendukung kebutuhan istirahat dan pelayanan bagi muktamirin.
”Beberapa jajaran ada yang di SMAN 2 Jombang, SMAN 3 Jombang, SMKN 1 Jombang, dan SMKN 3 Jombang, dipakai homebase,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Khofifah secara langsung meninjau SMKN 1 Jombang dan SMAN 3 Jombang. Di dua lokasi tersebut, fasilitas istirahat dikonsep model camp dan langsung dicek kesiapannya.
Selain untuk istirahat, homebase itu juga bakal menjadi lokasi pelayanan bagi unsur Fatayat dan Muslimat NU Pusat yang hadir dalam rangkaian Muktamar.
Baca Juga: Student Journalism: Menghidupkan Sunah
”Empat sekolah itu utamanya, karena lokasinya yang berdekatan,” jelas Eko.
Untuk jajaran pimpinan yang hadir dalam rangkaian Muktamar, penginapan disiapkan di eDotel milik SMKN 1 Jombang.
Meski hanya empat sekolah yang resmi ditunjuk sebagai homebase, Eko menegaskan seluruh sekolah tetap diminta bersiap.
Sebab, sewaktu-waktu bisa saja ada tamu atau peserta Muktamar yang butuh tempat singgah mendadak.
”Semua sekolah itu harus siap memfasilitasi ketika ada tamu-tamu yang tiba-tiba tidak kebagian tempat,” tegasnya.
Sekolah-sekolah lain minimal diminta menyiapkan ruang kelas bersih dan kamar mandi, untuk berjaga-jaga bila ada tamu yang perlu beristirahat, mandi, atau melaksanakan ibadah.
Di sisi lain, guna mengantisipasi dampak aktivitas Muktamar terhadap proses belajar-mengajar, sekolah-sekolah di Kecamatan Jombang dan Tembelang menerapkan pembelajaran daring.
Baca Juga: Siap Siaga Jaga Kesehatan Peserta Muktamar
Kebijakan ini mengacu pada surat edaran Kapolres Jombang, mengingat kedua wilayah tersebut dinilai paling terdampak langsung aktivitas Muktamar.
”Yang di Jombang kota dan yang ada di Tembelang. Itu yang terdampak langsung. Yang lainnya belajar normal seperti biasa,” kata Eko.
Kebijakan ini telah dikoordinasikan antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz