Isu Pengondisian Muktamar NU di Jombang Mencuat, Begini Kata Gus Ipul

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:30 WIB
KHUSYUK: Rais
KHUSYUK: Rais 'Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Pengasuh PP Bahrul Ulum KH Hasib Wahab Chasbullah (Gus Hasib) saat istigasah pra muktamar di Tambakberas, Jombang, Kamis (21/6) malam. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Isu pengondisian Muktamar ke-35 NU di Jombang beredar menjelang pelaksanaan forum tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut.

Gus Ipul membantah isu itu dan meminta warga Nahdliyin mengikuti informasi dari jalur resmi organisasi.

Bahkan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), menuding panitia muktamar tidak netral.

Baca Juga: Tafsir Aktual: Al-Fatihah (13) KPK-NU

’’Ada indikator-indikator yang menunjukkan keberpihakan dari panitia-panitia muktamar tentang proses-proses ini, walaupun itu perlu divalidasi. Tapi saya kira itu bukan hal yang rahasia lagi, karena hari ini semua informasi terbuka,’’  kata Gus Salam, Rabu (19/8).

Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Panitia Muktamar NU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), membantah tudingan tersebut.

’’Itu semua isu. Banyak sekali isu-isu, potongan berita-berita, komentar yang jauh dari kenyataan. Saya rasa itu tidak benar. Saya minta masyarakat Nahdliyin tidak termakan isu-isu seperti itu. Itu merusak Jam'iyah Nahdlatul Ulama,’’ kata Gus Ipul di Tambakberas Kamis (21/6) malam.

Dia meminta warga Nahdliyin tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

Gus Ipul mengakui, semakin dekat pelaksanaan muktamar, berbagai isu terkait proses suksesi mulai bermunculan. Isu tersebut beredar dalam bentuk potongan berita maupun komentar di media sosial.

Baca Juga: Dari Tambakberas Jombang, Khilma Anis Bawa Pesantren ke Panggung Nasional

’’Semakin banyak isu seperti itu, tanda muktamar sudah dekat,’’ ucapnya. 

Gus Ipul menilai informasi yang beredar tersebut banyak yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Dia meminta warga NU lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang berseliweran di ruang digital.

Menurutnya, berbagai tahapan muktamar telah memiliki mekanisme organisasi.

Karena itu, proses suksesi tidak semestinya dipandang sebagai keputusan yang dapat ditentukan oleh individu maupun kelompok tertentu di luar aturan yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Lima Proyek Jalan PSD Jombang Rp 9,5 Miliar, Begini Progres Terbarunya

”Seluruh rangkaian muktamar ini telah diproses melalui mekanisme yang ada di jamiyyah NU. Tidak ada yang diputus sendiri, termasuk hal-hal yang menyangkut materi muktamar,’’ urai Gus Ipul.

Dia menegaskan pelaksanaan Muktamar NU mengacu pada AD/ART, peraturan perkumpulan, serta keputusan forum resmi NU.

Termasuk proses pengusulan AHWA yang dilakukan melalui tahapan di jajaran syuriyah tingkat cabang dan wilayah.

’’Semua berdasarkan aturan yang ada. Kapan pengusulan AHWA dilakukan, kapan cabang dan wilayah melakukan rapat di tingkat jajaran syuriyah, setelah itu diusulkan dan disampaikan saat registrasi,’’ ungkapnya.

Gus Ipul berharap warga Nahdliyin tetap menjaga suasana kondusif menjelang forum tertinggi organisasi tersebut.

Menurutnya, isu yang tidak berdasarkan fakta justru berpotensi mengganggu persiapan muktamar.

Dia juga mengajak seluruh pihak mengikuti informasi yang disampaikan melalui jalur resmi organisasi, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang beredar di media sosial. (ang/jif)

Editor : Ainul Hafidz
panitia Pengondisian muktamar Jombang gus ipul