Peserta Muktamar NU di Jombang Bisa Pijat Gratis, Durasi Cuma 15 Menit

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:39 WIB
BARU TIBA: Ratusan kasur busa dan AC mulai berdatangan di Unwaha Tambakberas, Jombang (5/8). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
BARU TIBA: Ratusan kasur busa dan AC mulai berdatangan di Unwaha Tambakberas, Jombang (5/8). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Peserta Muktamar NU ke-35 di Jombang bisa memanfaatkan layanan pijat gratis yang disiapkan Panitia Lokal bersama 100 relawan.

Layanan berupa pijat kepala, badan, kaki hingga refleksi tersebut dibatasi sekitar 15 menit per orang agar dapat menjangkau lebih banyak peserta.

’’Di setiap tower penginapan akan ada relawan pijat gratis untuk para peserta muktamar,’’ kata Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), (7/8).

Baca Juga: Binrohtal: Syukur Tak Cukup dengan Hamdalah, Begini Pesan KH Adib Hamzawi

Layanan pijat tersebut akan diperkuat 100 relawan yang berasal dari berbagai daerah. Mereka terdiri atas anggota Jam'iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Jombang.

Serta alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang memiliki kemampuan terapi pijat.

Terpisah, Koordinator relawan JRA Jombang, Muhammad Romli, menjelaskan, layanan pijat gratis disiapkan untuk membantu memulihkan kondisi peserta yang kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh maupun mengikuti sidang dan rapat selama pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

’’Setelah perjalanan atau mengikuti agenda muktamar tentu membutuhkan pemulihan kondisi. Karena itu kami menyediakan layanan pijat gratis khusus bagi peserta Muktamar NU,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Patroli Hunting Sistem, Polantas Jombang Dapati Sopir Tronton Kondisi Teler Sabu

Jumlah relawan masih berpeluang bertambah. Sebab, banyak alumni Bahrul Ulum maupun relawan dari luar daerah yang menyatakan siap ikut berkhidmat menyukseskan pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Para relawan nantinya ditempatkan di sejumlah titik layanan yang telah disiapkan panitia.

Di antaranya kawasan MAN 3 Jombang, MTsN 3 Jombang, dan Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha). Penempatan personel akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Mayoritas relawan merupakan pemijat laki-laki yang melayani peserta laki-laki.

Sementara relawan perempuan disiapkan khusus untuk melayani peserta perempuan, termasuk para ibu nyai yang menghadiri muktamar.

Layanan yang diberikan meliputi pijat kepala, badan, kaki hingga refleksi. Agar dapat melayani lebih banyak peserta, durasi pijat dibatasi sekitar 15 menit untuk setiap orang.

Baca Juga: Binrohtal: Jenis Utang kepada Allah dan Utang Sesama Manusia dan Cara Membayarnya

’’Kalau pelayanan normal bisa sampai satu jam. Namun selama muktamar kami batasi sekitar 15 menit agar lebih banyak peserta bisa merasakan manfaatnya,’’ ujarnya.

Romli menegaskan seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma.

Para relawan tidak diperkenankan meminta bayaran karena keikutsertaan mereka merupakan bentuk khidmat kepada Nahdlatul Ulama dan para ulama yang hadir dalam Muktamar NU ke-35.

Meski demikian, apabila peserta memberikan apresiasi secara sukarela setelah menerima layanan, relawan diperbolehkan menerimanya selama bukan hasil permintaan ataupun menjadi syarat dalam memberikan pelayanan.

’’Kami ingin memberikan pelayanan terbaik agar peserta tetap bugar dan nyaman selama mengikuti seluruh rangkaian Muktamar NU ke-35 di Jombang,’’ tegasnya. (ang/jif)

Editor : Ainul Hafidz
pijat gratis panitia lokal durasi muktamar Jombang