Jelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, IKABU Serukan Pemimpin Teladan

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 06:21 WIB
KHUSYUK: Kepala MAN 3 Jombang, H Sutrisno ME MPd, Ketua Yayasan PPBU Tambakberas, KH Abdur Rozaq Sholeh, serta narasumber bedah buku dan talkshow berdoa dipimpin KH M Syifa Malik, Sabtu (8/8). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
KHUSYUK: Kepala MAN 3 Jombang, H Sutrisno ME MPd, Ketua Yayasan PPBU Tambakberas, KH Abdur Rozaq Sholeh, serta narasumber bedah buku dan talkshow berdoa dipimpin KH M Syifa Malik, Sabtu (8/8). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) menyerukan pentingnya kepemimpinan NU yang berlandaskan khittah, keteladanan kiai, dan nilai pesantren menjelang Muktamar ke-35 NU.

Pesan itu mengemuka dalam bedah buku dan talkshow di Aula MAN 3 Jombang, Sabtu (8/8), yang juga membahas arah NU serta rancangan program lima tahun mendatang.

Mengangkat tema ’’Khittah NU, Kyai, dan Pesantren: Merawat dan Moderasi, Menjaga NKRI’’.

Buku yang dibedah merupakan karya Prof HM Zainuddin, rektor UIN Malang 2021–2025 sekaligus alumni MAN 3 Jombang PPBU Tambakberas.

Baca Juga: Binrohtal: Rukun Islam Tak Hanya Ibadah, Ada Dimensi Sosial

’’MAN 3 Jombang PPBU Tambakberas selalu siap mendukung kesuksesan Muktamar NU. Kami juga bangga punya alumni seperti Prof Zainuddin dan Prof Nur Ali,’’ kata Kepala MAN 3 Jombang, H Sutrisno ME MPd.

Ketua Ikatan Alumni MAN 3 Jombang sekaligus Ketua Senat UIN Malang, Prof H Nur Ali, menyampaikan, khittah NU tidak sekadar dokumen politik-kebangsaan hasil Muktamar NU 1984 di Situbondo.

’’Khittah NU harus menjadi kompas, dasar, arah berpikir, serta landasan etik dan moral bagi warga Nahdliyin, termasuk peserta Muktamar NU ke-35,’’ terangnya.

Terlebih, Muktamar NU ke-35 akan digelar di bumi pendiri sekaligus penggerak NU, KH Wahab Chasbullah.

Baca Juga: Tujuh Bulan, 113 Anak di Jombang Ajukan Dispensasi Kawin

’’Kyai sebagai pengawal NU dan pesantren sebagai laboratoriumnya akan bertransformasi dengan kebutuhan masyarakat global,’’ ungkapnya.

Sementara Prof Zainuddin mengulas arah NU di era global. Dia juga menyoroti pergeseran peran kyai di tengah masyarakat.

Dalam bukunya, dia mencatat peran NU, kiai, dan pesantren merawat tradisi serta moderasi dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejumlah catatan kritis dan analisis dalam buku tersebut juga memberikan tawaran solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, pesantren, dan NU.

’’Perlu dirumuskan hal-hal yang menyangkut NU ke depan. Bagaimana mempersiapkan pemimpin NU pada muktamar mendatang, dan bagaimana merancang program 5 tahunan ke depan (road map),’’ katanya saat memaparkan isi buku.

Baca Juga: Jelang Muktamar NU di Jombang, PG Djombang Baru Turun Bersihkan Lingkungan hingga Siapkan Mes untuk Tamu

Sedangkan H Fathul Huda, Bupati Tuban dua periode 2011–2021 sekaligus alumni Madrasah Muallimin Muallimat (MMA) Bahrul Ulum Tambakberas, mengajak peserta meneladani kiprah KH Wahab Chasbullah (Mbah Wahab).

Keteladanan Mbah Wahab menjadi salah satu bekal penting untuk menjawab tantangan NU dan pesantren ke depan.

’’Al-mar'u ma'a man ahabba (seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai), dan apa yang dilakukan Mbah Wahab itu sudah komplet. Baik kecerdasan beliau, enerjik dan pemberani mengambil sikap, itu yang harus kita copy paste sebagai santri,’’ urainya.

Gayung bersambut, Nyai Hj Hizbiyah Rochim Wahab MA, salah satu putri Mbah Wahab yang hadir, mengaku prihatin dengan kondisi PBNU saat ini.

Baca Juga: Kisah Hindun, Ibu Tiga Anak di Jombang yang Ajarkan Agama Tanpa Paksaan

’’Warga NU membutuhkan sosok pemimpin yang teduh, mengayomi, dan bisa menjadi teladan. Kepemimpinan PBNU harus mencontoh kepemimpinan Kyai Hasyim, Kyai Wahab dan Kyai Bisri,’’ pesannya.

Bedah buku dan talkshow tersebut merupakan inisiatif para alumni yang kini menjadi pengasuh pondok pesantren, guru besar, akademisi, dan praktisi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya ikut menyukseskan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di PPBU pada 27–31 Agustus 2026.

Turut hadir Ketua Umum Yayasan PPBU KH Abdur Rozaq Sholeh. Ketua Majelis Pengasuh PPBU Dr KH Hasib Wahab Hasbullah.

Baca Juga: Renungan Minggu: Takut Menghadapi Hari Esok? Ingat Pesan Tuhan dalam Yesaya 41:10

Ketua Panitia Prof Hj Evi Fatimatur Rusydiyah. Doa penutup dipimpin KH Moh Syifa' Malik MPdI, sekretaris Yayasan UNWAHA Jombang. (ang/jif)

Editor : Ainul Hafidz
ikabu ponpes bahrul ulum Jombang muktamar nu Tambakberas