JombangBanget.id – Ratusan kasur baru dari total 3.000 kasur mulai didistribusikan ke penginapan peserta Muktamar ke-35 NU di kawasan PPBU Tambakberas, Jombang, Rabu (5/8).
Panitia menyiapkan fasilitas lengkap agar 3.370 muktamirin memperoleh tempat menginap yang nyaman selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salah satunya, terpantau di kampus Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha). Di lokasi ini, ada 540 kasur dari distributor mulai didrop.
Baca Juga: Binrohtal: Syukuri Kemerdekaan dengan Hati, Lisan, dan Perbuatan
Ratusan kasur itu kemudian ditempatkan di sejumlah gedung yang dipakai untuk penginapan muktamirin. Kasur juga didrop di MAN 3 Jombang.
Ribuan kasur tersebut seluruhnya dalam kondisi baru dan dilengkapi seprai, bantal, serta sarung bantal. Fasilitas itu disiapkan untuk menunjang kenyamanan 3.370 peserta Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus.
’’Sebanyak 2.000 kasur itu dari PBNU, sedangkan yang 1.000 dari Pemprov Jatim. Hari ini (5/8) mulai datang ke penginapan peserta muktamar di Tambakberas,’’ kata Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq).
Penyediaan fasilitas tersebut merupakan hasil rapat gabungan panitia yang digelar di Aula MAN Tambakberas, Senin (3/8). Rapat dihadiri Sekretaris Jenderal PBNU yang juga Ketua Pelaksana Muktamar Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz, serta jajaran panitia lokal.
Baca Juga: Ini Cara dan Harga Sewa Stan Bazar dan Expo di Muktamar NU Tambakberas, Panlok: Waspada Penipuan!
Untuk mengakomodasi ribuan peserta, panitia menerapkan konsep penginapan terpadu dengan memanfaatkan gedung-gedung pendidikan di lingkungan PPBU Tambakberas dan lembaga mitra.
Seluruh lokasi penginapan dibagi menjadi sembilan tower sebagai sistem penataan sekaligus memudahkan koordinasi pelayanan peserta.
Tower 1 berada di MA Unggulan. Tower 2 di MMA Kampus 1. Tower 3 di MMA Kampus 2. Tower 4 di MI Bahrul Ulum Putri. Tower 5 di Kampus Unwaha. Tower 6 di MTsN Tambakberas.
Tower 7 di MAN Tambakberas. Tower 8 di Kampus IAIBAFA. Serta Tower 9 di Kampus B Fatah Hasyim.
Baca Juga: Pedagang Diminta Tak Mainkan Modus Getok Harga Saat Berjualan di Momen Muktamar NU
Penggunaan istilah tower bukan sekadar penamaan lokasi. Konsep tersebut sengaja diterapkan agar para muktamirin memperoleh pengalaman menginap yang nyaman selama mengikuti rangkaian muktamar.
’’Panitia ingin para muktamirin mendapatkan kenyamanan dan layanan yang setara dengan hotel atau apartemen, meskipun mereka menginap di lingkungan pondok pesantren. Makanya penginapan untuk mereka kita beri nama tower,’’ jelasnya. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz