Gus Fahmi Minta Muktamar ke-35 NU Bersih dari Politik Uang: Pemimpin Harus Jujur dan Amanah

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 07:01 WIB
SUKSESKAN MUKTAMAR: Sejumlah mobil terparkir di depan kantor Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, (20/7). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
SUKSESKAN MUKTAMAR: Sejumlah mobil terparkir di depan kantor Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, (20/7). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang KH Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi) berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, tidak hanya menjadi ajang memilih ketua umum baru.

Ia berharap muktamar mampu melahirkan arah kebijakan organisasi yang lebih menyentuh kebutuhan warga nahdliyin.

”Kita berharap agar muktamar ini bukan hanya sekadar memilih ketua umum. Program-program organisasi jangan sampai tenggelam dan terabaikan,” katanya.

Baca Juga: Gus Irfan dan Agenda Besar NU Abad Kedua

Gus Fahmi menilai, kepengurusan PBNU ke depan perlu memiliki program yang lebih konkret dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, NU sebaiknya memperkuat tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

”PBNU harus lebih fokus pada dakwah yang diwujudkan melalui program pendidikan, kesehatan, dan ekonomi agar manfaatnya benar-benar dirasakan jamaah,” jelasnya.

Di bidang kesehatan, ia berharap NU memperbanyak rumah sakit milik organisasi.

Baca Juga: 5 Bulan, UPTD PPPA Jombang Catat 74 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Menurutnya, jumlah rumah sakit NU hingga kini masih sangat terbatas, termasuk di Jawa Timur.

Selain itu, sektor pendidikan juga dinilai perlu diperkuat melalui pengembangan sekolah-sekolah berkualitas.

Sementara pada sektor ekonomi, NU diharapkan mampu membangun kemandirian melalui berbagai amal usaha sehingga tidak terus bergantung pada pihak lain dalam menjalankan program organisasi.

Tak hanya itu, Gus Fahmi juga mengingatkan agar proses pemilihan Ketua Umum PBNU berlangsung secara jujur dan bermartabat.

Ia meminta para pemilik hak suara menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan.

”Kita berharap para pemegang suara memilih dengan hati nurani, bukan karena uang atau praktik-praktik yang mencederai muktamar,” tegasnya.

Baca Juga: Bupati Warsubi Bertemu KBRI London, Buka Peluang Investasi Inggris untuk Jombang

Menurutnya, pelaksanaan Muktamar NU di Jombang memiliki nilai historis karena berlangsung di daerah yang menjadi tempat lahir dan berkembangnya para muassis NU.

Karena itu, ia berharap seluruh pihak menjaga marwah muktamar dari praktik politik uang.

”Semoga muktamar memilih pemimpin yang benar-benar bersih, jujur, amanah, serta mampu mengayomi seluruh warga NU,” imbuhnya.

Gus Fahmi juga menyampaikan sejumlah kriteria pemimpin yang diharapkan memimpin PBNU lima tahun ke depan.

Baca Juga: Kemarau Panjang Ancam Sektor Pertanian, Disperta Jombang Ungkap Wilayah Rawan

Yakni tidak pernah bermasalah dengan organisasi, tidak menjadi pengurus partai politik, tidak membuat kegaduhan di internal organisasi, serta tidak melakukan praktik politik uang (money politics).

”Intinya pemimpin yang bersih, teduh, dan mengayomi seluruh warga NU,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
Jombang muktamar nu Tambakberas politik uang Gus Fahmi