Gus Kikin Buka Suara Usai Diusulkan Jadi Calon Ketum PBNU di Muktamar NU Tambakberas Jombang

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:02 WIB
SIAP MAJU: Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
SIAP MAJU: Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – 35 hari menjelang perhelatan Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sejumlah kandidat mulai muncul.

Salah satunya, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) resmi diusulkan menjadi kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dilansir dari Jawapos.com, usulan tersebut muncul dalam pertemuan PWNU bersama seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur di Surabaya, Selasa (21/7).

Baca Juga: Laka Maut di Depan Samsat Jombang, Truk Box Diduga Rem Blong Tewaskan 2 Orang

Gus Kikin mengaku semula tidak memiliki keinginan untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Bahkan, dirinya mengaku tidak mengetahui secara rinci agenda pertemuan tersebut.

”Saya didaulat, diamanahi atau ditugaskan maju di dalam Muktamar NU ke-35 di (Ponpes) Tambakberas,” ujarnya usai pertemuan.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu, sejak awal dirinya telah menyampaikan tidak akan mencalonkan diri.

Namun, dalam forum tersebut muncul usulan agar dirinya diusung sebagai kandidat Ketua Umum PBNU.

Baca Juga: Jelang Muktamar NU 2026, Pemkab Jombang Bongkar Dua Ruko untuk Perlebar Akses Venue Pembukaan

”Saya sampaikan tidak akan mencalonkan diri. Nah kemudian pembicaraan-pembicaraan, akhirnya muncul ide bagaimana kalau dicalonkan (sebagai kandidat ketua umum PBNU), inilah yang terjadi siang ini,” imbuhnya.

Gus Kikin menegaskan, keputusan tersebut merupakan amanah organisasi yang diberikan secara terbuka oleh PWNU dan seluruh PCNU se-Jawa Timur.

Karena itu, dirinya menyatakan siap menerima penugasan tersebut.

”Ini penugasan dari seluruh PWNU, bahkan di depan PC-PC NU seluruh Jawa Timur. Kalau saya ditugaskan, ya mau tidak mau memang harus terima dan saya sampaikan siap,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Muktamar NU tidak hanya menjadi forum penyusunan program kerja organisasi, tetapi juga momentum konsolidasi serta menyiapkan kemungkinan pergantian kepengurusan demi kemajuan Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, setiap pergantian kepemimpinan akan membawa perubahan sehingga seluruh proses harus diarahkan untuk menghasilkan kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas kinerja organisasi.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Karakter Khulafaurrasyidin 

”Ini yang harus kita persiapkan, supaya begitu PWNU Jatim memasuki acara-acara Muktamar nanti, itu kita bisa memberikan pemikiran, kita mengusulkan hal-hal yang baik untuk membangun kinerja NU lebih baik lagi,” katanya.

Gus Kikin juga berharap seluruh elemen Nahdlatul Ulama tetap menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, dan mengedepankan semangat kebersamaan agar organisasi semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

”NU ke depan seyogyanya kompak, penuh kasih sayang. Insyaallah mendapatkan suatu kondisi yang nyaman (keberkahan). Saya siap mendapatkan tugas untuk insyaallah maju Muktamar NU ke-35,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
ketum pbnu Jombang Gus Kikin muktamar nu Tambakberas