JombangBanget.id - Pemkab Jombang segera memanggil Pertamina menyusul masih terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah SPBU.
Langkah itu dilakukan setelah hasil pemantauan di lapangan menunjukkan masih adanya SPBU yang kehabisan stok serta antrean kendaraan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Anjik Eko Saputro mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan ke seluruh SPBU di Jombang selama tiga hari terakhir.
”Hasil monitoring dari teman-teman di lapangan, hampir seluruh SPBU kami pantau. Dari keterangan pengelola SPBU, kendala yang terjadi berasal dari distributor pengangkut BBM dari Surabaya ke masing-masing SPBU,” katanya, Minggu (28/6).
Baca Juga: BBM Bersubsidi di Jombang Langka, Sopir Kelimpungan Cari Solar dan Pertalite
Berdasarkan informasi yang diterima Disdagrin, keterlambatan distribusi diduga dipicu adanya kendala pada pengaturan sif sopir armada pengangkut BBM.
Akibatnya, pasokan ke sejumlah SPBU tidak berjalan lancar.
”Keterangan yang kami terima, ada kendala pada sif sopir pengangkut sehingga distribusi mengalami hambatan,” imbuhnya.
Untuk mengatasi persoalan itu, Disdagrin sudah meminta pengelola SPBU terus berupaya menjaga kelancaran penjualan kepada masyarakat.
Namun, penyelesaian persoalan distribusi tetap membutuhkan koordinasi dengan Pertamina sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyaluran BBM.
Karena itu, Pemkab Jombang menjadwalkan pemanggilan Pertamina dalam waktu dekat guna mencari solusi atas kelangkaan BBM bersubsidi yang masih berlangsung.
”Kami segera menjadwalkan koordinasi dengan Pertamina. Sama seperti saat menangani persoalan Elpiji 3 kilogram, kami akan memanggil Pertamina untuk membahas distribusi BBM ini,” tuturnya.
Menurut Anjik, hasil pemantauan di lapangan tidak hanya menemukan SPBU yang kehabisan stok Pertalite maupun Solar, tetapi juga antrean kendaraan terus terjadi siang malam.
Baca Juga: Gus Zu'em: Bola Kesebelasan NU
Kondisi itu menjadi perhatian pemkab karena mengganggu aktivitas masyarakat.
Ia berharap Pertamina dapat memastikan distribusi BBM ke seluruh SPBU di Jombang kembali berjalan normal. Sehingga tidak lagi terjadi kekosongan stok maupun antrean panjang.
”Pada intinya distribusi ke masing-masing SPBU harus lancar. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan BBM karena keterlambatan pasokan,” katanya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz