Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

9 SPPG di Jombang Disetop BGN, Distribusi Makan Bergizi Gratis Mandek

Achmad RW • Jumat, 5 Juni 2026 | 07:35 WIB
Ilustrasi SPPG di Kabupaten Jombang ikut terdampak penghentian sementara operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)
Ilustrasi SPPG di Kabupaten Jombang ikut terdampak penghentian sementara operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang mulai tersendat.

Baru sekitar setahun berjalan, sedikitnya sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) justru harus dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Alasannya beragam, mulai standar IPAL hingga kualitas makanan. Dampaknya, distribusi makanan ke sekolah-sekolah ikut mandek.

Koordinator Wilayah BGN Jombang, Deni Setiawan Hakim, mengungkapkan seluruh SPPG tersebut saat ini masih berstatus suspend (dihentikan sementara operasionalnya).

Baca Juga: Pemdes Galengdowo Jombang Revitalisasi Pasar Desa, Targetkan PAD Desa Meningkat

”Keseluruhan di Jombang saat ini ada 9 SPPG yang di-suspend,” terangnya.

Dari jumlah itu, tujuh SPPG dihentikan sementara karena belum memenuhi standar instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Penghentian dilakukan berdasarkan surat Badan Gizi Nasional (BGN) nomor 2741/D.TWS/05/2026 tertanggal 25 Mei 2026.

BGN menilai kekurangan pada IPAL berpotensi memengaruhi kualitas produksi, mutu gizi, hingga keamanan pangan dalam program MBG.

Selain itu, Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan juga merekomendasikan penghentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah bagi SPPG yang masuk kategori perbaikan mayor.

Tujuh SPPG tersebut meliputi SPPG Diwek Cukir (Yayasan Segoro Agung Makmur), SPPG Peterongan 2 (Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum), SPPG Candimulyo 2 (Yayasan Garuda Bakti Nusantara Nganjuk).

SPPG Diwek Puton (Yayasan Ma’hadul Muta’allimin), SPPG Plandaan Bangsri (Yayasan Kalimasada), SPPG Kesamben Kedungbetik (Yayasan YPP Miftahul Ulum), serta SPPG Sumobito Brudu (Yayasan Brudu Perkasa Raya).

”Sampai hari ini belum dicabut, jadi masih berhenti operasionalnya,” tegas Deni.

Sementara itu, dua SPPG lainnya dihentikan karena persoalan kualitas makanan. Yakni SPPG Betek, Mojoagung dan SPPG Candimulyo 1. SPPG Betek di-suspend setelah muncul dugaan kasus keracunan massal pada Ramadan lalu.

Sebanyak 28 santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Mojoagung, dilaporkan mengalami keracunan usai mengonsumsi menu rawon dan telur asin dari MBG.

Baca Juga: Pencemaran Limbah Tahu di Jogoroto Kian Parah, DPRD Jombang Desak Penanganan Dipercepat

Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kandungan nitrit pada telur asin serta tingginya bakteri E.coli pada air di lingkungan pondok.

Sementara itu, SPPG Candimulyo 1 dihentikan karena diduga menyalurkan makanan tak layak konsumsi ke MI Nidhomiyah Jombang.

Dari hasil pemeriksaan, SPPG tersebut juga belum mengantongi Sertifikat Higiene dan Laik Sanitasi (SHLS). Diduga terjadi kelalaian dalam proses memasak sehingga kualitas makanan tidak memenuhi standar.

Suspend-nya masih berlangsung untuk keduanya sampai hari ini, dan memang butuh perbaikan di sana,” ujar Deni, Rabu (4/6).

Dengan berhentinya operasional Sembilan 9 SPPG tersebut, secara otomatis distribusi MBG ke sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan 9 SPPG tersebut sementara mandek. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#suspend #BGN #Mbg #SPPG #Jombang