JombangBanget.id – Bupati Jombang Warsubi tancap gas mengawal percepatan pembangunan flyover di Simpang Mengkreng.
Langkah jemput bola dilakukan dengan mendatangi langsung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta, Senin (25/5).
Dalam pertemuan bersama Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar itu, dibahas sejumlah poin penting mulai estimasi anggaran proyek hingga kebutuhan pembebasan lahan.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Sementara Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana diwakili Kepala Bappeda dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri.
Baca Juga: Proyek Gedung 10 Lantai RSUD Jombang Belum Final, Skema Pinjaman Masih Dikaji
Warsubi mengatakan, hasil pembahasan awal memproyeksikan pembangunan flyover Mengkreng membutuhkan anggaran sekitar Rp 715 miliar.
”Pembicaraan awal memproyeksikan pembangunan flyover ini membutuhkan anggaran sebesar Rp715 miliar. Konsep yang diusung mengutamakan aspek fungsionalitas utama untuk memecah kemacetan,’’ ujarnya.
Menurut dia, pembangunan flyover di Simpang Mengkreng sudah sangat mendesak.
Sebab, kawasan tersebut menjadi jalur vital penghubung Jombang, Nganjuk, dan Kediri yang selama ini kerap mengalami kemacetan parah, terutama saat arus mudik maupun libur panjang.
Berdasarkan hitungan awal Kementerian PU, total kebutuhan lahan untuk proyek tersebut mencapai lebih dari 50 ribu meter persegi.
”Dari jumlah itu, sekitar 17 ribu meter persegi berada di wilayah Kabupaten Jombang,” terangnya.
Pemkab Jombang pun berharap biaya pembebasan lahan dapat ditanggung pemerintah pusat. Namun, kementerian mengusulkan skema sharing anggaran pembebasan lahan sesuai proporsi wilayah terdampak.
Warsubi menegaskan, Pemkab Jombang siap mendukung penuh pembangunan flyover demi mengurai permasalahan kemacetan di Simpang Mengkreng.
Baca Juga: Usai Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Jombang Jalani Mabit di Musdalifah
’’Kami sangat mendukung pembangunan flyover demi mengurai kemacetan Mengkreng yang sudah sangat luar biasa. Sembari menyelaraskan jadwal pertemuan dengan Ibu Gubernur Jawa Timur, kami mengambil langkah proaktif mendatangi Kementerian PU terlebih dahulu untuk mengamankan komitmen awal pusat,’’ tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, pembahasan berikutnya akan melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna menyelaraskan dukungan regulasi maupun pembiayaan proyek.
Jalur layang tersebut nantinya dirancang membentang dari wilayah Jombang dan terhubung ke arah Kediri maupun Nganjuk untuk memperlancar arus kendaraan di Simpang Mengkreng.
”Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pembangunan fisik flyover ditargetkan mulai pada 2027,” tandasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz