JombangBanget.id - Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran haji ilegal tanpa antrean.
Peringatan itu disampaikan saat melepas keberangkatan calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Jombang kloter 62 dan 63 di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (7/5).
Menurut Gus Irfan, sapaan akrabnya, pemerintah tahun ini memperketat pengawasan terhadap praktik haji nonprosedural dengan membentuk satuan tugas bersama yang melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, kepolisian, serta imigrasi.
Ia menyebut langkah tersebut cukup efektif menekan jumlah calon jemaah ilegal yang tertahan di bandara.
Baca Juga: Tangis Pecah di Jombang, Ratusan Jemaah Haji Berangkat ke Tanah Suci
’’Tahun ini jumlahnya belum sampai 100 orang. Tadi malam laporan dari Wakapolri sekitar 60 orang. Tahun lalu jumlahnya lebih dari 1.000 orang yang tertahan di bandara,’’ ungkapnya.
Karena itu, Gus Irfan meminta masyarakat tidak mudah percaya pada tawaran berangkat haji tanpa antre.
’’Jangan sampai masyarakat tertipu iming-iming haji tanpa antre. Prinsipnya, tidak ada haji tanpa antre,’’ pungkasnya.
Selain menyoroti pencegahan haji ilegal, Gus Irfan memastikan proses pemberangkatan jamaah haji Indonesia sejauh ini berjalan lancar.
Hingga kemarin, hampir separuh jemaah Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
’’Sudah hampir 50 persen jamaah diberangkatkan, sekitar 250 kloter. Alhamdulillah seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala berarti,’’ ujarnya.
Menurut dia, sebagian jemaah yang sebelumnya berada di Madinah mulai bergeser menuju Makkah.
Sedangkan jemaah yang diberangkatkan kemarin dijadwalkan mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah.
Meski demikian, pihaknya mengakui masih ada kendala kecil dalam proses pemberangkatan. Di antaranya jemaah yang tertunda berangkat karena faktor kesehatan maupun persoalan imigrasi.
Baca Juga: Jemaah Haji Jombang Jalani Pembekalan di Embarkasi Surabaya, Siap Berangkat ke Tanah Suci
”Kalau yang ditolak imigrasi Saudi yang masuk laporan ke saya hanya satu orang karena memiliki persoalan tertentu sebelumnya. Sedangkan yang tertunda di asrama haji karena kondisi kesehatan jumlahnya kurang dari 10 orang,’’ katanya.
Gus Irfan juga mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan. Sebab, terdapat jeda waktu cukup panjang sejak pemeriksaan kesehatan awal hingga keberangkatan ke Tanah Suci.
’’Kami berharap jamaah tetap menjaga kebugaran agar saat pemeriksaan akhir tetap dinyatakan layak terbang,’’ tuturnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz