Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Proyek Rehab Bendung Jatimlerek Jombang Rp 268 Miliar Belum Sentuh Struktur Utama, Ini Penyebabnya

Ainul Hafidz • Kamis, 7 Mei 2026 | 06:40 WIB

 

Proyek rehab Bendung Jatimlerek pekerjaan masih berkutat pada penggalian saluran pengelak sementara di sisi selatan Sungai Brantas, Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
Proyek rehab Bendung Jatimlerek pekerjaan masih berkutat pada penggalian saluran pengelak sementara di sisi selatan Sungai Brantas, Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek, Jombang senilai Rp 268,33 miliar belum bisa masuk ke tahap struktur utama.

Hingga awal Mei, pekerjaan masih berkutat pada penggalian saluran pengelak sementara di sisi selatan Sungai Brantas, Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang, Sultoni, menyebut kondisi tanah di lokasi berbeda dari perkiraan awal.

”Awalnya diperkirakan bukan tanah pasir, ternyata pasir. Kalau tidak ada treatment khusus, itu bisa menggerus semua,” ujarnya.

Karakter tanah berpasir dinilai rawan tergerus arus Sungai Brantas. Hal ini berdampak pada bangunan pengelak sementara yang dirancang untuk mengalihkan aliran sungai selama pembangunan bendung utama.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jombang, Pemotor Tewas Usai Tersenggol Truk Gandeng

”Perubahannya pada bangunan pengelak yang sifatnya sementara. Kalau tidak ada penanganan khusus, dengan aliran Sungai Brantas bisa tergerus semua karena tanggulnya berpasir,” imbuhnya.

Pantauan di lapangan, sedikitnya 14 ekskavator dikerahkan untuk mengeruk tanggul berpasir.

Material galian diangkut truk ke sisi barat, sementara sejumlah titik galian membentuk cekungan yang mulai terisi air. Area itu direncanakan menjadi jalur pengelak sementara.

Sultoni menegaskan, tahapan pengelak menjadi prioritas sebelum berlanjut ke pembangunan kisdam dan struktur utama bendung.

“Untuk pengelak itu dulu yang diselesaikan. Setelah itu baru kisdam. Kemungkinan pekerjaan struktur utama masih tahun depan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek merupakan program Kementerian PU melalui BBWS Brantas.

Pekerjaan dilaksanakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan masa kontrak 720 hari kalender, terhitung sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Desember 2027. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#bendung jatimlerek #BBWS Brantas #kementerian #Jombang #Proyek Rehab Bendung Jatimlerek