JombangBanget.id – Menjelang musim tanam tembakau, petani di Jombang menanti kepastian realisasi bantuan pupuk tembakau.
Tahun ini, Pemkab Jombang menyiapkan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk pengadaan pupuk tembakau yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang, Lasiman, menyampaikan, informasi mengenai bantuan pupuk sudah diterima petani.
Namun masih sebatas komunikasi awal. Hingga kemarin belum ada pembahasan teknis secara resmi maupun kepastian jumlah alokasi yang akan diterima.
’’Insya Allah tahun ini masih ada bantuan pupuk tembakau. Sementara ini baru sebatas informasi. Teman-teman dari kabupaten tanya mintanya petani apa, kami sampaikan tetap seperti dahulu, pupuk NPK tembakau,’’ urainya.
Koordinasi masih bersifat lisan dan belum masuk tahap rapat formal.
Meski demikian, sehari sebelum Ramadan, sempat digelar pertemuan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabuh yang membahas rencana tersebut.
Termasuk persiapan musim tanam di wilayah utara Sungai Brantas.
Di kawasan utara Brantas, petani biasanya mulai bersiap tanam setelah musim penghujan berakhir.
Jika kondisi cuaca mendukung, akhir Mei nanti diperkirakan sudah mulai masa tanam.
’’Kalau cuaca bersahabat dan mendukung, akhir Mei sudah siap tanam. Kalau kurang mendukung bisa molor seperti tahun lalu,’’ imbuhnya.
Baca Juga: Harga Tembakau Turun, DPRD Jombang Tekankan Penyaluran BLT DBHCHT Jangan Melenceng
Terkait besaran bantuan, Lasiman mengaku belum menerima informasi detail.
’’Berapa tonnya kami belum tahu, belum sampai ke arah sana,’’ ujarnya.
Diharapkan, bantuan pupuk tetap direalisasikan mengingat tembakau tidak masuk dalam skema pupuk subsidi pemerintah pusat.
’’Semoga bantuan pupuk caur sebelum musim tanam tembakau,’’ harapnya.
Sebelumnya, Dinas Pertanian (Disperta) Jombang memastikan program bantuan pupuk tetap berjalan tahun ini.
Kepala Disperta Jombang, M Rony, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Eko Purwanto, menyatakan, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 5.075.000.000 dengan rencana pengadaan sekitar 250 ton pupuk.
’’Ada bantuan karena untuk tembakau itu tidak dapat pupuk subsidi,’’ ujarnya.
Saat ini, Disperta masih melakukan identifikasi kebutuhan petani di lapangan agar jenis pupuk yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan budidaya.
’’Proses sekarang masih pada tahap perencanaan dan belum masuk pengadaan,’’ ucapnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz