JombangBanget.id – Tembok Penahan Jalan (TPJ) di Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, Jombang ambrol di sejumlah titik.
Kerusakan tersebut mengancam badan jalan cor yang menjadi akses penghubung menuju Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu, Jombang.
Sedikitnya terdapat tiga titik kerusakan dengan kondisi serupa. Bangunan penahan runtuh memanjang, hingga membuat struktur jalan cor di atasnya menggantung.
Salah seorang warga setempat, Andi, mengatakan, kerusakan itu sebenarnya sudah terjadi sejak banjir melanda kawasan tersebut.
Namun, intensitas banjir yang berulang membuat kondisi tembok penahan semakin tergerus dan akhirnya ambrol lebih parah.
’’Sebenarnya sejak banjir itu sudah rusak. Semakin parah karena banjirnya sering dan tembok penahannya terus tergerus,’’ ujarnya.
Ia mengkhawatirkan dampak lanjutan terhadap badan jalan. Pasalnya, sebagian struktur di bawah cor sudah ikut ambrol.
Jika banjir kembali terjadi, bukan tidak mungkin jalan tersebut ikut jebol.
Sementara itu, Perangkat Desa Daditunggal, Agus Robihadi, membenarkan adanya beberapa titik kerusakan.
Terutama di perbatasan desa setempat dengan Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu. Tepatnya di Dusun Lumpang Wetan.
’’Ruas tersebut merupakan jalan kabupaten,’’ katanya.
Baca Juga: Dinas PUPR Jombang Identifikasi TPJ Ruas Penggaron-Wonosalam yang Longsor, Ini Hasilnya
Laporan kerusakan sudah disampaikan ke pemerintah daerah. Bahkan kepala dusun setempat kerap melaporkan kondisi tersebut karena dinilai membahayakan.
’’Sudah pernah kami laporkan. Pak kasun malah sering menyampaikan ada kerusakan,’’ ucapnya.
Agus berharap ada penanganan segera. Mengingat warga pemilik lahan di sisi jalan juga mengeluhkan ambrolnya TPJ yang terus terjadi.
’’Mudah-mudahan bisa segera diperbaiki, karena kalau dibiarkan tetap rusak khawatirnya jalan rayanya juga akan rusak,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Imam Bustomi, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Agung Setiaji, menyatakan, pihaknya sudah menerima laporan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) sudah melakukan pengecekan lapangan.
’’Untuk penanganan masih belum, karena sekarang kami fokus ke penanganan jalannya dulu karena banyak yang rusak,’’ kata Agung.
TPJ bukan diabaikan, namun harus mengutamakan skala prioritas.
’’Bukan berarti tidak penting, tetapi kami filter dahulu mana yang ditangani,’’ tegasnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz